batampos.co.id – Asosiasi Pengusaha Tiongkok Kepri Indonesia (APTKI) serahkan bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala, ke Pemko Batam. Bentuan berupa uang senilai Rp 150 juta itu diserahkan ke sekretari Dinas Sosial (Dinsos) Batam Leo Putra yang disaksikan langsung oleh wali kota Batam Muhammad Rudi di kantor walikota, Selasa (9/10).
Ketua APTKI Li Guangjin melalui wakilnya Wei Jian menuturkan, bantuan tersebut merupakan bentuk keprihatinan 30 anggota APTKI atas bencana alam yang terjadi di wilayah SulawesinTengah itu.
“Sebagai wujud keprihatianan itu, kami menyerahkan bantuan ini melalui Pemko Batam. Harapan kami ini bisa membantu para korban disana,” kata Wei.
Dana bantuan tersebut merupakan sumbangan dari 30 anggota APTKI yang ada di Kepri.
“Sejak awal kejadian (bencana alam) kami sendiri sudah bentuk tim khusus untuk mengumpulkan dana. Hari ini kami serahkan itu sebanyak Rp 150 juta,” kata Wei.
Bantuan tersebut juga merupakan bukti nyata bahwa Tiongkok dan Indonesia memiliki hubungan yang baik selama ini.
“Hubungan baik ini tidak saja dalam bidang ekonomi dan politik tapi juga bisang sosial seperti ini. Duka Indonesia juga duka bagi Tiongkok. Apalagi kami sebagai pengusaha yang investasi di Indonesia tentu sangat merasakan apa yang saudara-sudara kita disana rasakan,” ujar Wei.
Muhammad Rudi menyambut baik bantuan dari asosiasi pengusaha asal Tiongkok itu. Dia juga apresiasi sebab anggota APTKI menyampaikan bantuan lewat Pemko Batam. “Ini kewajiban kita bersama. Siapa saja, perusahaan apa saja, kalau bisa mari kita bahu membahu meringankan beban saudara-saudara kita di sana yang terkena musibah bencana alam,” kata Rudi.
Rudi juga berharap agar pengusaha-pengusaha lain di kota Batam segera mengambik tindakan serupa sehingga pemulihan korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala segera terlaksana dengan baik.
“Dan sebaiknya bantuan diserahkan melalui Pemko agar terkoordinir dengan baik nantinya. Sudah banyak juga yang dikumpulkan ke Dinsos dan ini akan segera disalurkan ke sana,” kata Rudi. (eja)
