
batampos.co.id – Museum Sejarah Batam yang memanfaatkan Gedung Astaqa Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 25, hingga kini persiapannya belum selesai.
Padahal, rencana pemanfaatan tersebut sudah digaungkan pada era Ahmad Dahlan menjadi Wali Kota Batam. Tepatnya 2014 lalu pasca gelaran MTQ. Bahkan, Ahmad kala itu menilai museum akan aktif pada tahun 2015.
Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata menilai tidak ada kendala yang berarti dalam persiapan museum ini. Namun ia mengatakan, semua berproses.
“Kami sudah mulai. Sebetulnya tidak ada kendala yang urgen, namunn ada tahapannya yang harsu dilalui,” kata dia.
Kini rencana pembangunan museum ini telah bergulir di antara dua era kepemimpinan daerah dari Ahmad Dahlan kepada Muhammad Rudi. Selain juga melewati dua kepemimpinan di Disbudpar sendiri yakni pada saat jabatan kepala dinas saat Yusfa Hendri dan Pebrialin.
Pria yang baru ditunjuk jadi plt Kadispar, akhir September lalu ini, menerangkan, tahapan-tahapan seperti pembuatan galeri, penyusunan etalase, mencari konten hingga menata tampilan museum. Ia mengaku, museum tersebut harus dipersiapkan secara matang dan kini sedang dihimpun benda-benda yang akan disimpan dalam museum.
“Membangun mudah, namun displaynya nanti juga penting,” ucap mantan insepktur pembantu (irban) Inspektorat Batam ini.
Ia mengatakan pihaknya akan menyegerakan realisi museum tersebut. Kelak museum akan jadi wahana edukasi dan ikon baru kota Batam. “Akan ditampilkan Batam dari awal ada hingga sekarang. Wisatawan asing maupun lokal dan masyarakat bisa berkunjung,” pungkasnya. (iza)
