
F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam mengakui pihaknya lengah dalam mengawasi Dam Tembesi sehingga menjadi mudah dimasuki pemancing ilegal. Dan berujung pada tenggelamnya dua orang pemancing di dam tersebut.
“Teman-teman kita (korban,red) masuk dari posisi pagar yang rawan dimasuki. Memang ada beberapa pagar yang kondisinya rusak, akan segera diperbaiki dan dievaluasi,” kata Deputi IV BP Batam Eko Budi Soepriyanto di Ocarina usai membuka acara Pesta Komunitas dan Wisata Kreatif BP Batam, Sabtu (13/10).
Daerah tangkapan air (DTA) di sekitar Dam Tembesi merupakan kawasan yang tidak boleh ada aktivitas manusia di dalamnya. Sehingga kawasan tersebut dikelilingi pagar sebagai bentuk larangan agar jangan dimasuki oleh warga.
“Sebetulnya larangan itu sudah ada dengan adanya pemasangan pagar. Kalau dipagar ya jangan dimasuki. Ini akan menjadi kejadian yang terakhir terjadi. BP akan tingkatkan SOP lebih baik lagi, ” tambah Eko.
Eko mewakili BP Batam mengucapkan rasa prihatin terhadap dua korban yang saat ini masih dalam tahap pencarian.”Saya imbau kepada masyarakat agar jangan memasuki daerah waduk, jagalah keamanannya demi keamanan diri sendiri,” ucapnya.
BP juga ikut menerjukan anggota Direktorat Pengamanan (Ditpam) untuk ikut melakukan pencarian.”Pencarian tetap dilakukan. Personil BP yang tangani masalah waduk dan Ditpam akan bantu aparat yang sedang laksanakan pencarian,” katanya.
Sebelumnya, tiga orang pemancing dikabarkan menghilang di Dam Tembesi setelah sampan yang mereka gunakan terbalik, Jumat (12/10).
Dalam peristiwa itu, satu korban telah berhasil ditemukan dan dalam kondisi selamat. Sementara dua lainnya masih dalam pencarian pihaknya Basarnas dan beberapa petugas dari instansi lainnya.(leo)
