Selasa, 14 April 2026

Polisi Tes Kejiwaan Lilis

Berita Terkait

batampos.co.id – Jajaran Polsek Batam Kota terus mendalami kasus dugaan percobaan penculikan oleh Lilis Hasanah, 40, terhadap seorang anak berinisial Zm (sebelumnya ditulis SM) yang baru berusia 1 tahun 4 bulan di kawasan Perumahan Botania Garden, tepatnya di belakang Sekolah Dasar Negeri (SDN) 009 Batam Kota, Kelurahan Belian, Sabtu (3/11) lalu.

Kapolresta Barelang, Kombes Hengki mengatakan, dari hasil penyelidikan pihaknya telah mengamankan satu buah tas warna cokelat milik Lilis yang diamankan petugas Bandara Internasional Hang Nadim Batam dan kemudian diserah-kan ke Polsek Bandara.

Hengki menyebutkan dari dalam tas tersebut ditemukan satu buah dompet dan KTP atas nama Lilis Hasanah yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Cianjur pada 2016 lalu. Kemudian satu tiket penerbangan dari Jakarta menuju Batam, beberapa lembar kartu ATM, dan beberapa surat-surat.

”Di sini kami sampaikan bahwa yang bersangkutan datang dari Jakarta ke Batam dengan pesawat Lion Air dan tiba di Batam pada 29 Oktober 2018. Jam keberangkatan pukul 06.10 WIB dari Jakarta,” ujarnya.

Kemudian, pada Jumat (2/11) lalu, Lilis terlihat tengah berada di kawasan Bandara Hang Nadim Batam. Karena melihat gelagat yang bersangkutan seperti orang yang mengalami gangguan jiwa dan mengganggu penumpang di bandara tertutama anak-anak.

Selanjutnya seorang petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Hang Nadim bernisial W mengantarkannya ke Pasar Botania.

”Terkait dengan keberadaan yang bersangkutan mulai dia sampai hingga terlihat di bandara tanggal 2 November 2018 lalu, masih kami lakukan penyelidikan atau pendalaman dengan mencari saksi-saksi,” tutur Kapolresta.

Sehari kemudian atau tepatnya pada Sabtu (3/11) lalu setelah Lilis diantar ke kawasan Botania, ia diduga mencoba menculik anak perempuan berusia 16 bulan berinsial Zm di Ruko Botania Garden Blok F, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota. Dalam aksinya itu ia sempat membawa kabur anak itu sejauh 50 meter dan akhirnya diamankan warga untuk selanjutnya diserahkan ke Polsek Batam Kota.

”Yang bersangkutan (Lilis Hasanah, red) untuk sementara diduga mengalami gangguan jiwa. Namun pihak Polsek Batam Kota dan Polresta Barelang masih mendalami terhadap saksi dan keluarga yang sudah kami dapatkan identitasnya di Cianjur,” bebernya.

Usai diamankan Polsek Batam Kota, lanjut Hengki, pihaknya belum bisa meminta keterangan Lilis karena masih terlihat belum normal. Untuk selanjutnya, pihak kepolisian akan memanggil ahli kejiwaan maupun ahli psikologi untuk memeriksanya. Termasuk juga, Polsek Batam Kota akan memintai keterangan dari keluarga Lilis.

”Kalau memang yang bersangkutan pernah dirawat, tentu kita akan mintai keterangan terhadap siapa yang pernah merawat kalau dia mengalami gangguan jiwa. Nanti akan kita sampaikan lebih lanjut bagaimana perkembangannya,” jelasnya.

Terkait beredarnya posting-an di media sosial yang marak mengatakan banyak penculikan anak untuk diambil organ tubuhnya, Hengki menegaskan bahwa berita tersebut hoax atau tidak benar. Selain itu juga, mengenai beberapa kasus penculikan anak yang pelakunya berpura-pura menjadi orang stres saat ditangkap juga belum bisa dibenarkannya.

”Terhadap masyarakat kita warga Batam khususnya tidak perlu takut, tidak perlu gelisah terhadap kejadian ini. Sekali lagi saya tekankan, ini masih dalam tahap penyelidikan karena keadaan yang bersangkutan belum stabil dan masih dalam keadaan tidak bisa kita mintai keterangan,” imbuhnya.

Lilis Hasanah ditahan di ruang besok ditahan karena diduga melakukan penculikan anak atas nama ZS, Minggu (4/11/2018). F Dalil Harahap/Batam Pos
Penculik Gunakan Mobil Rental

Sementara itu, sebelumnya dugaan kasus percobaan penculikan terhadap tiga orang anak yang terjadi di wilayah Tiban, Sekupang pada Minggu (28/10) sore lalu, masih dalam proses pengejaran oleh jajaran Polsek Sekupang. Me-nurut Kapolsek Sekupang, Kompol Oji Fharoji pihaknya sudah mengetahui rumah kediaman yang diduga sebagai pelaku penculikan, namun saat diselidiki rumah tersebut sudah kosong.

”Sepertinya terduga sudah mengetahui kalau mereka sedang dalam pengejaran pihak kepolisian,” ujar Oji dalam sambungan telepon, Minggu (4/11).

Lebih lanjut Oji mengungkapkan mobil yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksinya sudah terlacak dan diketahui bahwa plat nomor mobil yang digunakan berasal dari Seipanas, bukan daerah Sekupang dan sekitarnya.

Oji menjelaskan saat menanyakan kepada pemilik mobil tersebut, dia menjelaskan bahwa mobilnya direntalkan. Hanya saja, setelah beberapa hari tidak ada kabar dari orang yang merentalnya.

”Pemilik mobil juga melaporkan kepada kami bahwa mobil tersebut hilang,” terangnya.

Kapolsek berharap bisa segera mengungkap siapa pelaku percobaan penculikan terhadap tiga orang anak tersebut. Namun ia juga mengimbau kepada para orangtua agar selalu mengawasi anak-anaknya, karena tindak kejahatan terhadap anak-anak bisa terjadi di mana saja.

”Butuh kerja sama dengan masyarakat, ketika ada tindakan yang mencurigakan harap segera lapor kepada pihak keamanan setempat,” pesannya.(gie/cr2)

Update