
batampos.co.id – Letak geografis yang strategis dan berdampingan dengan tiga Provinsi sekaligus, Jambi, Riau dan Bangka Belitung, tentunya memiliki nilai jual bagi Kabupaten Lingga. Untuk itu, Pemkab Lingga mulai menggarap dan menawarkan Kawasan Industri Sebayur di Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat.
Pengembangan kawasan Industri ini telah dipromosikan Pemerintah Kabupaten Lingga kepada seluruh investor yang akan menanamkan modal di Kabupaten Bunda Tanah Melayu ini. Sekaligus menjawab kebutuhan investasi di luar Batam, Bintan dan Karimun (BBK) dengan lokasi yang nyaman serta jauh dari pemukiman.
“Bagi calon investor yang menginginkan ketenangan dalam berinvestasi, silakan datang ke Lingga. Tahun ini, kami sudah memulai rencana pengembangan kawasan industri Sebayur dengan segala keunggulannya,” ung-kap Bupati Lingga Alias Wello, belum lama ini.
Bupati yang akrab disapa Awe ini menambahkan, pemerintah mulai mendorong kebijakan pengembangan wilayah industri di luar Pulau Jawa. Kebijakan ini menjadi peluang emas bagi Lingga untuk menawarkan keunggulan komparatif kawasan industri.
Selain itu, kondisi alam juga sangat mendukung dengan potensi air bersih yang melimpah, dan lahan yang cukup luas.
Kawasan industri di Sebayur yang diproyeksikan di atas lahan seluas 3 ribu hektar tersebut memiliki prospek cerah untuk berkembang menjadi kawasan industri yang diperhitungkan di wilayah perbatasan Singapura dan Malaysia.
Awe mengatakan, dalam pelaksanaan pembangunan kawasan industri Sebayur nantinya menggunakan peraturan sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur.
”Kami juga telah menyampaikan kepada teman-teman dari Kementerian Keuangan dan Bappenas mengenai bentuk dan mekanisme Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) ini. Soal layanan administrasi perizinan, saya pastikan lebih mudah, cepat dan gratis,” jelas Alias Wello. (wsa)
