
batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam tegah mendata jumlah penderita tuna grahita yang akan berpartisipasi di Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang.
“Iya masih didata berapa jumlah pastinya,” kata Ketua KPU Batam Syahrul Huda, Rabu (28/11).
Ia menjelaskan data tuna grahita berada di Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Batam. Selanjutnya setelah mendapatkan data, pihaknya akan melakukan sosialisasi termasuk tata cara mereka menggunakan haknya.
“Nanti mereka boleh didampingi saat ke TPS. Sama dengan pemilih disabilitas lainnya,” sebutnya.
Sesuai dengan edaran yang diterima, tuna grahita akan diikutsertakan dalam pemilu tahun depan. Menurutnya semua warga negara berhak menggunakan hak pilihnya.
“Kami sudah mendatangi Dinsos dan lembaga yang menaungi tuna grahita di Nongsa. Sementara ini kami masih menunggu data persisnya,” jelasnya.
Selain tuna grahita, sasaran lain yang menjadi target sosialisasi menyukseskan pemilu adalah lokalisasi yang ada di Batam. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan panitia pemilihan kecamatan (PPK) untuk turut menjangakau lokasi tersebut.
“Sosialisasi mungkin tahun depan. Kalau tahun ini kami belum ada ke sana. Sebenarnya kami tidak spesifik ke sana, karena sosialisasi lebih menyeluruh. Kalau memang dibutuhkan di sana tentu kami akan datang,” lanjutnya.
Syahrul menambahkan, saat ini pihaknya masih menuntaskan berbagai permasalahan jelang dimulainya pesta demokrasi. Beberapa waktu lalu logistik sudah mulai datang.
“Kami berharap proses bisa berjalan dengan aman tentunya. Dan semua warga yang sudah memiliki hak pilihbisa menggunakan sehingga angka partisipasi pemilu naik,” tutupnya.(yui)
