Kamis, 9 April 2026

Nongsa Digital Park Terus Tumbuh Sebagai Ekosistem Digital

Berita Terkait

batampos.co.id – Nongsa Digital Park (NDP) perlahan terus berkembang dan menciptakan ekosistem digital di kawasan Nongsa. Saat ini sebanyak 45 investor yang membutuhkan ratusan tenaga kerja, telah bergabung di NDP. Namun hambatan yang dihadapi, Sumber Daya Manusia yang siap kerja masih belum tersedia.

Oleh sebab itu, NDP berusaha mendidik anak-anak muda Indonesia agar dapat memenuhi ekspektasi para investor.

“Anak-anak muda Indonesia itu kreatif-kreatif. Tidak membutuhkan waktu lama mendidikan mereka menguasainya (dunia digital), dulu itu prediksinya 1 tahun. Tapi setelah kami jalani, cuman 2 bulan saja. Saat ini kami telah memiliki 300 anak-anak yang ahli dibidang digital,” kata CEO Citramas Grup Kris Wiluan, Rabu (28/11)

Tahun depan, kata Kris jumlah tenaga kerja yang diminta akan terus bertambah. Karena investor yang masuk ke NDP terus berdatangan.

“Tahun depan bisa seribu orang (permintaan tenaga kerja),” ucapnya.

Untuk mengakali mendapatkan tenaga kerja yang mumpuni, Kris mengatakan NDP telah menjalin kerjasama dengan universitas yang ada di Kepri maupun di wilayah Indonesia lainnya. Saat ini, kata Kris kerjasama yang telah terjalin dengan Institut Teknolgi Batam, Politeknik Negeri Batam, Universitas Putera Batam, Universitas Internasional Batam, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Universal. Dari luar Kepri, NDP menjalin kerjasama dengan Institut Teknologi Del, Universitas Andalas. Sedangkan dari luar negeri kerjasama dijalin dengan Temasek Polytechnic Singapura, Universitas Coventry Inggris dan Nanyang Polytechnic Singapura.

“Kami juga membangun koordinasi dengan Pemko Batam, BP Batam, Imigrasi dan instansi lainnya,” ucapnya.

Agar memudahkan proses pembelajaran ini, Kris membawa tenaga-tenaga terampil di bidang digital untuk memberikan pelajaran ke anak-anak muda Indonesia.

“Kalau anak muda Indonesia ke luar negeri biayanya mahal. Makanya kami datangkan, untuk mendidik anak-anak ini. Jadi belajar digital tak perlu jauh-jauh, cukup ke Nongsa,” ungkapnya.

Anak muda yang telah mendapatkan pelajaran, bisa dapat kembali ke kampung halamannya.

“Mereka bisa kembali ke kampung halaman, untuk mengembangkan dunia digital disana. Walaupun (mereka kembali ke daerah asalnya) kami tetap menjalin komunikasi dengan mereka,” ucapnya.

Terkait perkembangan dunia digital, Kris menilai dunia digital menjadi pusat perekonomian dunia ke depannya.

“Kita membutuhkan anak-anak yang handal menghadapi digital ekonomi. Kalau tidak bisa mendapatkan pengetahuannya dan tidak menguasai. Kita (Indonesia) akan dikuasai (pihak) luar,” ujarnya.

Peran NDP, kata Kris membuka pengetahuan seluas-luasnya bagi pemuda pemudi Indonesia akan dunia digital. “Anak-anak muda disini tidak hanya dapat belajar, tapi juga bekerja,” tuturnya.

Demi meningkatkan pengetahuan anak-anak Indonesia, Kris menggelar seminar di Turi Beach dengan bermitra dengan e27, selaku ekosistem starup. Seminar ini digelar selama 3 hari, untuk membantu dan menginspirasi starup pemul dalam membangun perusahaan mereka.

Seminar ini dihadiri 200 orang starup dari Indonesia, Singapura dan beberapa negara Asia lainnya. (ska)

Update