Selasa, 7 April 2026

Saya Muda, Saya Beli Rumah

Berita Terkait

batampos.co.id – Rendahnya pertumbuhan ekonomi di Kepri hingga semester kedua tahun ini dinilai tidak terlalu berdampak pada bisnis properti di Batam. Kalangan pengembang percaya, pasar properti Batam akan tetap stabil bahkan cenderung naik.

“Acuan data dari Bank Indonesia (BI) yang diolah dari data Badan Pusat Statistik (BPS) selalu jadi referensi buat kami. Jika ada penurunan itu hal yang biasa, karena itu bagian dari koreksi perekonomian,” kata pengusaha properti Batam Robinson Tan di Batam Centre, Rabu (28/11).

Menurutnya, tingkat pertumbuhan ekonomi yang menurun berbanding terbalik dengan pertumbuhan pasar properti.

“Ekonomi turun tidak serta merta menjadikan penjualan properti menurun. Keduanya tidak linier, sehingga efeknya tidak langsung terasa,” paparnya.

Selama penduduk Batam terus bertambah, maka kebutuhan rumah akan terus bertambah.

“Pasar pasti akan naik dan yang membatasinya hanya daya beli yang terbatas,” katanya. Satu lagi tantangan yang harus dihadapi pada tahun 2019 adalah bagaimana cara merayu kaum milenial agar membeli rumah.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam Achyar Arfan mengatakan hunian bukanlah prioritas kaum milenial saat ini. Saat ini, mereka lebih condong memprioritaskan diri pada jalan-jalan, gadget, dan internet. Kaum milenial ini banyak yang bekerja di bidang informasi dan teknologi (IT).

“Properti menjadi prioritas terakhir. Mereka lebih suka mengontrak karena mobilitas. Padahal jika dilihat dari penghasilan seharusnya mereka mampu menabung dan berinvestasi,” ucapnya.

Dalam setahun, pengembang di Batam bisa melepas produk barunya sebanyak 10 ribu hingga 12 ribu unit properti. Rentang harganya antara Rp 300 juta hingga Rp 700 juta. Dari jumlah tersebut, pembeli dari kalangan milenial masih terbatas.

“Mereka ini punya daya beli, tapi bergeser. Makanya perlu dicarikan solusi termasuk juga solusi dari perbankan. Mengingat mereka ini punya pangsa pasar 30 hingga 40 persen,” paparnya.

ilustrasi

Mekanisme untuk generasi milenial terkait kepemilikan properti juga menjadi perhatian serius lembaga perbankan. Salah satunya yang memberikan atensi adalah Bank Tabungan Negara (BTN) Batam.

Branch Manager Bank BTN Batam Ali Irfan mengaku telah mempersiapkan produk-produk perbankan yang sangat dinamis untuk kalangan milenial. Dan semuanya bisa disesuaikan untuk generasi ini.

Contohnya, kata Irfan, dengan memperpanjang masa tenornya hingga angsurannya yang sangat fleksibel. Intinya, produk ini harus dikemas dalam bentuk yang dinamis untuk kalangan milenial.

“Jadi, sekali lagi hal ini sengaja dilakukan untuk menyiasati hal tersebut. Akan tetapi, tentunya tidak bertabrakan dengan regulasi yang ada,” jelas Ali. (leo)

Update