Selasa, 7 April 2026

Mikol Dijual Bebas di Pinggir Jalan

Berita Terkait

foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Minuman keras dengan kadar alkohol di atas lima persen bebas diperjualbelikan di kedai atau warung pinggir jalan di Sagulung dan Batuaji. Masyarakat resah, sebab siapa saja dengan mudah mendapatkan minuman alkohol tersebut.

Padahal sesuai aturan mikol tersebut hanya boleh dijual di tempat-tempat khusus se-suai dengan peraturan Daerah Kota Batam Nomor 19 tahun 2001 tentang pengaturan, pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol.

Tim gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam dan Kepri yang melakukan pengawasan pasokan gas elpiji 3 kilogram di Sagulung, Selasa (27/11) siang, juga mendapati banyak warung yang berderet di pinggir jalan Trans Barelang menjual mikol-mikol tersebut. Meskipun tak disita, petugas tetap memperingati pedagang agar tak lagi menjual mikol dengan kadar alkohol di atas 5 persen seperti itu.

“Kalaupun yang di bawah 5 persen ada izinnya juga bu. Ini tak bisa dijual sembarangan seperti ini,” ujar tim pengawas Seksi Perlindungan Konsumen Disperindag Kepri Mirza kepada salah satu pedagang di Simpang Barelang kala itu.

Temuan itu juga akan menjadi bahan evalusasi tim Disperindag sendiri bahwasannya ke depan akan dilakukan pe-nertiban, sebab penjualan mikol di pinggir jalan bisa berdampak buruk bagi kehidupan sosial masyarakat.

“Sekarang kita peringatkan saja karena fokus ke gas elpiji. Ini tetap jadi pertimba-ngan tersendiri bagi kami. Kami akan atur waktu tersen-diri untuk awasi ini,” ujar Kabid ESDM Disperindag Batam Januardi Arif Kurniawan.

Bebasnya penjualan mikol di pinggir jalan itu meresahkan masyarakat. Persoalan dan konflik sosial bisa saja terjadi karena siapa saja bisa dengan mudah dapatkan minuman alkohol. Orangtua yang punya anak usia sekolah misalkan kuatir anak mereka terjebak didalamnya sehingga menghambat pendidikan dan masa depan sang anak.

“Kenyataan selama ini lingkungan yang merusak mental dan moral anak. Bagaimana anak mau konsen belajar kalau setiap hari berhadapan dengan hal-hal semacam ini. Miras, warnet disuguhkan depan mereka, ya sekuat apapun anak pasti terpengaruh juga,” kata Sumadji, warga Tembesi Tower.

Senada disampaikan Imron, warga Cipta Asri, Sagulung. Bebasnya penjualan miras di pinggir jalan Trans Barelang kerap menimbulkan masalah di lokasi-lokasi wisata di Barelang. Pengunjung lokasi wisata termasuk kelompok remaja kerap membeli mikol tersebut sebagai bekal.

“Di sana (lokasi wisata) nanti mereka pesta miras. Kalau sudah mabuk buat reseh. Paling sering itu di Jembatan I. Kalau malam ramai anak-anak ngumpul di sana untuk minum (miras),” ujar Imron.(eja)

Update