Rabu, 8 April 2026

Solar Dipasok Tiga Kali Seminggu

Berita Terkait

Pengelola SPBU Tanjunguncang, Batuaji, memasang plang “BBM Bio Solar dalam Pengiriman”, Rabu (7/11) lalu. (Dalil Harahap/Batam Pos)

batampos.co.id – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar kembali kosong di wilayah Batuaji dan Sagulung, Rabu (21/11). Semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tak melayani pembelian solar karena tak punya pasokan.

Pantauan di lapangan, masyarakat yang memiliki kendaraan berbahan solar cukup kewalahan. Angkot Dapur 12 misalkan, harus beli solar eceran agar tetap bisa beroperasi. Begitu juga dengan supir pick up yang berencana mengangkut pasir dan bahan material juga kerepotan karena tak ada SPBU yang melayani penjualan solar.

”Sudah mutar-mutar se-Batuaji sampai Seitemiang tak ada juga (jual solar, red). Tadi beli (solar) eceran depan Puskopar satu jeriken,” kata Nando, warga Saguba.

Hampir semua SPBU tak ada antrean panjang di mesin pengisian solar. Padahal biasanya saat pasokan solar datang, langsung diserbut hingga menyebabkan antrean kendaraan hingga mengular ke jalan raya.

Petugas SPBU mengakui jika stok solar habis sejak sore hari sebelumnya, Selasa (20/11). Sedangkan sepanjang hari kemarin belum ada jadwal pengantaran dari Pertamina, sehingga mereka tak membuka pompa pelayanan solar.

”Dalam pengiriman. Mungkin sore nanti (kemarin, red) diantar,” ujar seorang petugas SPBU Tembesi yang menolak namanya dikorankan, kemarin.

Di SPBU Tanjunguncang, petugas SPBU mengatakan kekosongan solar terjadi sejak Senin (19/11) lalu.

Pantauan di lapangan nyaris tidak ada SPBU yang melayani pompa pengisian solar sepanjang hari kemarin. Dari enam SPBU yang ada di sana, hanya satu SPBU yang melayani penjualan solar yakni SPBU Airmas dan itupun tidak bertahan lama karena siangnya sudah habis. Lima SPBU lainnya sudah kehabisan stok solar dan premium sejak sore hari sebelumnya.

Situasi yang sama terjadi di SPBU Airmas, Batuaji. Petugas SPBU mengaku pengiriman solar sudah habis sejak Senin (19/11) sore. Masih banyak mobil truk yang mengantre dan selalu ada yang tidak kebagian. Tersisa sekitar 2.000 liter saja. ”Dijadwalkan solar akan tiba hari ini (kemarin, red). Biasanya antrean pun sudah panjang sejak pagi,” jelasnya.

Sementara itu, Masdianto, pengawas SPBU Batam Center menjelaskan jadwal kedatangan BBM jenis solar di SPBU Batam Center hanya tiga kali ini seminggu. ”Senin, Rabu, dan Jumat. Kuotanya sebanyak 8.000 liter tiap pengirimannya, sehingga seminggu hanya ada 24.000 liter solar,” ujarnya di ruang kerja, kemarin.

Lebih lanjut, ia mengaku tidak tahu kuota BBM jenis solar di SPBU lain di Batam. Sebab ia juga tidak pernah mencoba mencari tahu sebelumnya. ”Tapi jika ada SPBU lain yang mendapat kiriman solar 4 atau 5 kali dalam seminggu, saya juga akan minta kepada pihak Pertamina agar disamakan,” imbuhnya.

Masih kata Masdianto, seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya kondisi kelangkaan ini selalu terjadi di akhir tahun. Sebab, sambungnya, kuota sudah ditetapkan sejak awal tahun, sehingga selalu menipis jelang akhir tahun. Akibatnya, seperti sekarang kuotanya dibatasi agar pendistribusiannya merasa ke seluruh daerah.

”Mungkin awal tahun 2019 normal lagi. Sebab awal hingga pertengahan tahun biasanya setiap hari solar selalu ada pengiriman dari pihak Pertamina,” tambahnya.

Hendri, pengawas SPBU Tiban Center juga menyampaikan jatah solar yang mereka terima dalam seminggu juga tiga kali pengiriman dari pihak Pertamina, yaitu setiap Senin, Rabu, dan Jumat. ”Dalam satu trip pengirimannya sebanyak 8.000 liter,” sebutnya.

Hal serupa juga disampaikan pengawas SPBU Tiban Tiga, Syaifun Ma’Arif. Dia mengaku mendapat jatah BBM jenis solar hanya hari Senin, Selasa, dan Sabtu. ”Ini merupakan sistem baru yang diterapkan Pertamina kepada SPBU untuk BBM jenis solar,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan petugas SPBU Seiharapan, Sekupang, Besran Galingging. Dia menyebutkan BBM jenis solar hanya datang hanya tiga hari, setiap Senin, Selasa, dan Kamis.

”Memang solar di sini cepat habis, kuotanya selalu tidak mencukupi,” imbuhnya. (she/cr2/cr1)

Update