
batampos.co.id – Praktik pungli yang terjadi dalam perparkiran yang dilakukan oleh jukir liar di titik-titik keramaian tumbuh subur di Batam.
Hal tersebut seakan terbiarkan, bahkan seperti dipelihara. Sebab, keberadaan dan praktiknya dilakukan terang-terangan di tempat terbuka dengan modus menarik uang retribusi parkir, tapi tidak memberikan karcis parkir kepada pemilik kendaraan.
Hal tersebut membuat beberapa anggota DPRD Batam geram dan meminta kepada tim Saber Pungli mengusut dan membersihkan praktek jukir liar.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Saber Pungli Kota Batam, AKPB Mudji menegaskan, pihaknya sudah berkali kali melakukan penangkapan praktik pungli dalam perparkiran seperti keberadaan jukir liar di titik-titik keramaian parkir.
“Sudah lebih dari tiga kali tim saber pungli turun dan menangkap pelaku-pelaku praktik pungli perparkiran di Batam. Kami tetap fokus. Apabila kami dapati lagi, pastinya akan kami tangkap dan tindak sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujar AKBP Mudji kepada Batam Pos melalui sambungan telepon, Jumat (23/11).
Ia mengakui, untuk membersihkan praktek jukir liar memang tak semudah membalik telapak tangan. Tiga pelaku ditindak, pasti muncul lagi jukir-jukir liar lainnya yang berpraktik pungli yang sama dengan modus tak memberikan karcis parkir kepada pemilik kendaraan yang parkir.
Masih kata AKBP Mudji, dibutuhkan aturan yang lebih jelas, lebih tegas, tidak multitafsir terkait perparkiran di Batam ini. Kalau aturan itu poinnya sudah tegas, jelas, akan lebih mudah dalam penindakannya dan pelaku sendiri akan lebih berpikir dua kali untuk berpraktik jukir liar.
“Intinya kami akan tetap jalan terus melakukan pemantauan dan pengawasan di lapangan. Siapapun orangnya yang kedapatan berpraktik menjadi jukir liar,mengutip uang parkir tanpa memberikan karcis parkir, pasti akan kami tindak dan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” ujar AKBP Mudji mengakhiri.
Diberitakan sebelumnya pimpinan DPRD Kota Batam menyesalkan masih banyaknya juru parkir liar yang ada di Batam. Bahkan keberadaanya terang-terangan karena tidak memberikan karcis parkir kepada pemilik kendaraan.
Seperti yang dikatakan Helmi Hemilton, kalau tak ada karcis maka itu pungli. “Saya minta Saber Pungli harus turun untuk ini. Dishub sudah terus kita minta untuk turun, tetapi kenapa Jukir liar masih terus banyak,” katanya.
(gas)
