batampos.co.id – Sejumlah perusahaan asing akan melakukan ekspansi usaha ke Batam. Beberapa di antaranya merupakan perusahaan besar seperti McDermott dan Caterpillar.
“Yang pastinya ada McDermott, ada Caterpillar yang akan memindahkan produksinya dari luar negeri ke Batam,” kata Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo di Hotel Radison Batam saat acara Penganugerahan BP Batam 2018, Senin (10/12).
Lukita mengatakan BP Batam akan mempermudah birokrasi perizinan agar proses ekspansi perusahaan asing tersebut berjalan cepat dan lancar. Termasuk mengawal rencana ekspansi itu supaya penanaman modal asing (PMA) tersebut tidak tergoda dengan daerah lain.
“Kami akan kawal agar rencana perizinan terus berjalan karena pasti akan butuh lahan dan urus izin baru karena tambah kuota produksi,” jelasnya.
Selain McDermott dan Caterpilar, ada beberapa perusahaan asing lainnya yang berencana melakukan ekspansi ke Batam. Antara lain Ciba Vision dan Rubycon.
Dalam acara Penganugerahan BP Batam 2018 itu, BP Batam memberikan penghargaan kepada PT Caterpillar Indonesia sebagai investor dengan penanaman modal tertinggi di Batam selama lima tahun terakhir. Nilai investasinya mencapai 216,390 juta dolar Amerika.
“Caterpillar merupakan investor tertinggi dalam lima tahun terakhir. Makanya kami berikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi dari BP Batam,” kata Lukita.
Lukita mengatakan apresiasi ini diberikan karena kehadiran Caterpillar Indonesia dan perusahaan asing lainnya memberikan kesempatan kerja yang cukup banyak di Kota Batam.
Penghargaan juga diberikan kepada PMA yang telah beroperasi selama kurang lebih 10 hingga 30 tahun di Batam serta lima PMA dengan nilai ekspor terbesar.
Untuk PMA yang sudah beroperasi selama 10 tahun yang menerima penghargaan antara lain PT SMOE Indonesia, PT Yokohama Industrial Products Manufacturing Indonesia, PT Epcos Indonesia, PT Austin Engineering Indonesia, PT Nittoh Batam.
Kemudian, perusahaan yang sudah beroperasi selama 20 tahun dan menerima penghargaan antara lain PT Panasonic Industrial Devices Batam, PT Rubycon Indonesia, PT Flextronics Technology Indonesia, PT SIIX Electronics Indonesia, PT Ciba Vision Batam, PT ASL Shepard Indonesia, PT Amtek Engineering Indonesia, PT Infineon Technologies Batam, PT Sumitomo Wirings Systems Batam dan PT Shimano Batam.
Sedangkan penghargaan untuk perusahaan yang sudah beroperasi selama 30 tahun antara lain PT Mc Dermott Indonesia dan PT Bredero Shaw Indonesia.
Selanjutnya penghargaan untuk PMA dengan nilai ekspor terbesar antara lain PT Asia Cocoa Indonesia sebesar 2.536.575.490,55 dolar Amerika.
Lalu, PT Schneider Electric Manufacturing Batam sebesar 1.420.206.722,00 dolar Amerika. Kemudian PT Musim Mas sebesar 1.363.767.140,91 dolar Amerika, terus PT Ecogreen Oleochemicals sebesar 1.303.669.369,19 dolar Amerika, dan PT Philips Industries Batam sebesar 789.604.298,04 dolar Amerika.
“Batam selalu mengkombinasikan keunggulan geografis dan aspek lainnya yang bernilai positif sehingga Batam akan menjadi tujuan utama investasi di Indonesia. Ditambah lagi infrastruktur yang tersedia sudah memadai,” paparnya.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan mengatakan pemerintah pusat sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Ini menunjukkan betapa penge-lola pemerintahan dan industri duduk bekerja sama memajukan Batam untuk menopang perekonomian negara,” ucapnya.

Saat ini, perekonomian dunia diwarnai ketidakpastian karena imbas perang dagang Amerika dan Tiongkok. “Kita tidak perlu lihat itu sebagai sebuah gangguan, tapi pandanglah sebagai peluang,” ungkapnya.
Pegatron Segera Beroperasi
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo memastikan perusahaan pemasok komponen iPhone, PT Pegatron akan segera beroperasi di Batam tahun 2019. Sebab Pegatron sudah yakin dengan sistem perizinannya dan iklim investasi yang kondusif untuk industri smartphone.
“Sebelum berita ini ramai, Pegatron sudah datang dua bulan yang lalu ke Batam,” kata Lukita di Hotel Radison, Batam, Senin (10/12).
Lukita mengatakan, Pegatron meminta kepastian bahwa Batam bisa memberikan iklim kondusif. “Sebelumnya, mereka ingin memilih antara Batam, Vietnam, dan Thailand,” ungkapnya.
Pegatron datang bersama dengan pengusaha Batam meninjau sejumlah kawasan industri di Batam. “Kita fasilitasi. Itu sebagai bukti untuk meyakinkan mereka. Kita akan kawal terus,” jelasnya.
Pemerintah pusat juga akan berupaya untuk membantu perizinan. Sedangkan Batam akan memberikan kemudahan, apalagi sistem perizinan sudah terintegrasi dengan Online Single Submission (OSS). “Itu yang menjadi keyakinan dari Pegatron untuk investasi di Batam,” ucapnya.
Masuknya Pegatron ke Batam merupakan imbas dari perang dagang antara Amerika dan Tiongkok. Bagi BP Batam, investor asing manapun akibat perang dagang ini akan diterima dengan senang hati di Batam.
“Buat BP, siapapun yang datang, apakah karena perang dagang atau karena ingin perluas ekspansinya, menurut saya harus siap,” ucapnya.
Untuk urusan lahan, BP akan mengarahkan investor-investor baru ke lahan industri. Dan untuk perizinan, BP akan membantunya untuk bisa mengurus perizinan di OSS.
“Industri masih oke meski ada tantangan dari harga gas. Tapi dengan OSS yang sudah berjalan, saya yakin dapat merangsang investor datang ke Batam. Baru kemudahan mengimpor bahan baku saat ekspor keluar. Semua akan diurus bersama,” paparnya.
Sedangkan Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Oka Simatupang mengatakan siapapun investor yang datang akan diterima oleh pengelola kawasan industri. “Perang biar perang saja. Yang menang atau kalah kita terima. HKI akan terima. Soal izin dan pelabuhan infrastruktur sudah bagus,” ucapnya.(leo)
