Rabu, 4 Februari 2026

Puluhan Ulama dan Pemuka Agama Dunia Kumpul di Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – World Syahadah Council akan menggelar konferensi internasional atau International Syahadah Conference 2018 di Batam. Acara ini akan digelar di Planet Holiday Hotel, 14 Desember mendatang.

Panitia lokal, Taten Rustandi mengatakan, kegiatan ini ditujukan untuk menjalin kebersamaan baik sesama muslim maupun antarumat beragama. Tahun 2017 lalu kegiatan ini digelar di Malaysia, sementara tahun 2019 mendatang akan digelar di United Kingdom (Inggris).

”Pada siang harinya konferensi akan dihadiri 1.500 peserta dari ulama, cendekiawan, guru, kaum muslimin. Ratusan peserta datang dari luar negeri, dan 30 ulama dari 25 negara,” kata Taten, Senin (10/12).

Pada malam harinya kegiatan dilanjutkan dialog antaragama. Kegiatan ini rencananya diikuti 300 peserta dari Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Pembicara yang dihadirkan berasal dari dalam dan luar negeri. Kemudian dilanjutkan acara untuk umum di Masjid Agung Batam, Batam Center. Pembicara berkisar 15 orang, di antaranya pimpinan Pondok Pesantren Gontor, kemudian dari Kudus, dan Papua Nugini.

”Di Masjid Agung kita targetkan 2.000 peserta. Dilanjutkan acara di Tanjungpinang pada tanggal 16 Desember, sekaligus ditutup oleh Gubernur Kepri,” kata Vice President Global Syahadah Mission, Khadiijah.

Ulama-ulama yang akan hadir di acara ini berasal dari berbagai negara. Seperti Amerika Serikat, Indonesia, India, Libanon, Palestina, Tiongkok, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Kamboja.

Founder World Syahadah Council, Syekh Ismail Kasim mengatakan Indonesia dalam hal ini Batam dan Tanjungpinang menjadi tuan rumah untuk konferensi kedua. Batam dipilih karena lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau dari negara-negara tetangga Indonesia.

”Kami mengundang 55 negara, tapi yang sudah konfirmasi hadir 20-25 negara,” tuturnya.

Ia menjelaskan penyaksian ini sangat penting untuk mencapai keamanan, kebahagiaan, keharmonisan. Menurutnya majelis ini sudah mendapat dukungan 2.500 ulama, pemikir, ahli politik Islam. Serta dukungan dari pemuka agama lainnya.

”Tujuan utama kami adalah membawa keamanan di bawah panji syahadah,” sebutnya.

Pada 14 Desember nanti juga akan diserahkan investasi tahap awal dari World Syahadah Council kepada Yayasan Al-Ikhlas Darussalam sebagai perpanjangan tangan di Indonesia. Dana 1,1 juta Ringgit Malaysia dari total rencana investasi RM 55 juta akan digunakan untuk pembangunan pondok pesantren.

Pondok pesantren bagi anak-anak yatim antarbangsa ini akan didirikan di lahan seluas 10 hektare di Teluk Lengung, Nongsa. Lokasi ini juga akan menjadi pusat penelitian dan pengembangan tentang penyaksian bagi seluruh pesantren di Indonesia dan Asia.

”Dalam masa tiga bulan, pembangunan akan dimulai. Sistemnya akan mengikuti sistem pengajian pesantren di Indonesia. Tapi pengajar-nya datang dari seluruh dunia,” kata Syekh Ismail Kasim.(iza)

Update