Minggu, 1 Februari 2026

Merdeka Sinyal Tahun 2020

Berita Terkait

batampos.co.id – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo menggelar dialog interaktif bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna dan sejumlah media di Network Operation Center (NOC) di Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kamis (13/12/2018).

Dialog yang hadiri Direktur Utama BAKTI atau BP3TI, Anang Latif, Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, Kepala PRB Syarif Lumintarjo, Kepala Dinas Kominfo serta perwakilan tokoh masyarakat dan sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian dari jelajah daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang sudah dijangkau dalam bentangan fiber optik palapa ring. di antaranya palapa ring Barat di Kepulauan Riau, yang menghubungkan Batam, Anambas, dan Natuna.

Dirut Bakti Anang Latif me-ngatakan, untuk Natuna saat ini telah terdapat operator yang memanfaatkan bandwidth Palapa Ring Barat. Terdapat 19 lokasi BAKTI Aksi (Akses Internet) on air, dan enam lokasi yang masih proses instalasi.

Dikatakan Anang, sebelum berhasil seperti sekarang ini, proyek PRB pernah terhenti 10 tahun lalu untuk mendapatkan struktur yang tepat untuk pelaksanannya. Proyek PRB ini merupakan proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) pertama dalam sektor telekomunikasi dengan menerapkan skema pembayaran ketersediaan layanan atau availability payment (AP).

ilustrasi

BAKTI katanya, mendorong operator untuk melakukan pemanfaatan jaringan serat optik PRB yang telah selesai, agar masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) mendapatkan manfaat maksimal.

”Sejak terbangunnya palapa ring barat, kecepatan internet di wilayah pedesan mencapai 10 Mbps, sementara di perkotaan mencapai 20 Mbps. Hal ini seharusnya dimanfaatkan operator agar masyarakat mendapatkan manfaat lebih besar,” katanya.

Sinergi antara BAKTI dan operator dalam pemanfaatan jaringan PRB adalah bagian dari upaya membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka NKRI.

”Kerja sama erat juga kita lakukan dengan Pemda, Kementerian dan Lembaga, maupun instansi terkait sebagai syarat utama pembangunan infrastruktur PRB. Karena me-reka juga sebagai penerima kemanfaatan jaringan PRB secara langsung,” jelasnya.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, kehadiran PRB sangat membantu percepatan pembangunan di Natuna. Pemerintah Daerah dan masyarakat sudah merasakan hadirnya PRB yang bagian program membangun dari pinggiran.

”Dulu Natuna adalah daerah buangan, tapi sekarang sudah terbuka dan paling ramai di daerah terdepan. Masuknya Palapa Rig Barat juga dibarengi program penerangan PLN yang sudah merata di Natuna. Tentu kami juga berharap, cita-cita mewujudkan program smart city, smart island dengan hadirnya PRB ini,” kata Ngesti.(arn)

Update