Minggu, 1 Februari 2026

2.535 Orang Tinggalkan Batam

Berita Terkait

Pemudik.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Sedikitnya 2.535 orang meninggalkan Batam menggunakan KM Kelud di Pelabuhan Batuampar, Rabu (19/12) pagi. Ribuan penumpang yang mudik untuk merayakan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tersebut, meninggalkan Batam dengan tujuan Belawan, Medan, Sumatera Utara sekira pukul 09.30 WIB.

Kepala PT Pelni Cabang Batam Sugiyanto menyebutkan, jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Batuampar menuju Belawan mencapai 2.535 orang. Sedangkan penumpang yang turun di Batam dari Tanjung Priok, Jakarta sebanyak 682 orang. Adapun jumlah penumpang lanjutan dari Tanjung Priok ke Belawan berjumlah 536 orang penumpang.

Sugiyanto menuturkan, jumlah penumpang tujuan Belawan akan terus mengalami peningkatan menjelang Nataru nanti. Terutama, untuk keberangkatan pada 21 dan 23 Desember mendatang.

”Tanggal 23 Desember diperkirakan puncaknya arus mudik Natal dan Tahun Baru untuk tujuan Belawan. Karena memang penumpang yang paling banyak itu tujuan Belawan,” sebutnya.

Dikatakannya, hingga saat ini PT Pelni masih melayani pembelian tiket. Hanya saja, tiket yang tersedia tinggal untuk non-seat.

Sedangkan kelas ekonomi hingga kelas I sudah habis terjual sejak beberapa pekan lalu.

”Penjualan tiket masih kita bukan sampai sekarang. Silakan bagi warga yang ingin mudik menggunakan kapal laut, langsung membeli tiket di loket Pelni atau agen-agen tiket,” terangnya.

Sementara itu, Manajer Ope-rasional PT Pelni Cabang Batam Dicky Dermawadi menga-takan saat ini sistem pembelian tiket semuanya sudah tersistem dengan baik. Sebelum keberangkatan kembali dilakukan pengecekan tiket, tidak manual seperti beberapa tahun sebelumnya. Akibatnya sering ditemukan penumpang tidak memiliki tiket.

”Jadi, semua penumpang dipastikan harus memiliki tiket keberangkatan,” tegasnya.

Lebih lanjut Dicky menjelaskan bahwa saat ini sudah dilakukan pengecekan tiket seperti di bandara. Yaitu, di pintu keberangkatan dilakukan pengecekan tiket bersama Kartu Tanda Pendukung (KTP), kemudian sebelum memasuki kapal kembali dilakukan pengecekan.

”Jadi tidak ada celah sama sekali bagi yang tidak punya tiket untuk berangkat,” ujarnya.

Masih kata Dicky, dengan sistem pembelian online tersebut, semuanya sudah terinteg-rasi dengan Pelni pusat, sehingga ketika kuotanya sudah penuh maka sistemnya juga akan tertutup.

”Maka tidak ada lagi yang namanya kelebihan penumpang yang tentunya membahayakan perjalanan,” sebutnya. (cr2/gie/)

Update