batampos.co.id – Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Kota Batam Jefridin mengaku tiga sumber pendapatan daerah, yakni Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) bakal sulit mencapai target hingga akhir tahun ini.
Kendati demikian, pria yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam ini, optimistis untuk pendapatan beberapa sektor pajak masih akan tercapai.
”Yang lain (selain BPHTB, IMB, dan PPJU, red) saya optimis mencapai target, kayak pajak restoran, hotel maupun hiburan. Bahkan, sudah ada (pencapaian, red) yang 100 persen,” kata Jefridin, Selasa (18/12) lalu.
Ia memprediksi untuk pencapaian BPHTB hanya di angka Rp 300 miliar dari target Rp 380 miliar.
”Saya kira tak akan tercapai (target BHPTB, red). Tinggal berapa hari lagi ini (2018 berakhir), tapi kalau dapat alhamdulillah,” ucapnya.

Ia mengklaim, salah satu persoalan pendapatan sektor ini tersendat karena Izin Peralihan Hak (IPH) di Badan Pengusahaan (BP) Batam masih terganggu. Kondisi serupa terjadi pada IMB. Tetapi yang membuat IMB juga rendah karena izin cut and fill yang dikeluarkan BP Batam juga terbatas.
Untuk PPJU, Jefridin mene-rangkan karena target yang dulu dihitung termasuk rencana kenaikan tarif PPJU dari 6 persen menjadi 7 persen.
”Kan diminta tunda, maka-nya belum diterapkan kenaikan tarif PPJU waktu kami hitung asumsi sudah menghitung rencana kenaikan tarifnya dari 6 persen ke 7 persen,” jelasnya.
Sementara itu, data Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam untuk tiga sumber pendapatan tersebut, yakni IMB baru tercapai Rp 12,5 miliar dari target Rp 30 miliar, BPHTB tercapai Rp 291,9 miliar dari target Rp 380,8 miliar. Sedangkan PPJU baru teralisasi Rp 157 miliar dari target Rp 163 miliar.
Kepala BP2RD Kota Batam Raja Azmansyah menilai Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam diperkirakan hanya akan tercapai sekitar 90 persen. Untuk diketahui PAD Batam di APBD Perubahan sebesar Rp 1,23 triliun, sedangkan APBD Murni Rp 1,25 triliun.
”Ekonomi belum sembuh. Laporan Bank Indonesia pertumbuhan ekonomi belum signifikan. Batam masih diangka 4 persen, ini berpengaruh ke pendapatan daerah,” kata Raja, belum lama ini.(iza)
