Minggu, 1 Februari 2026

Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro Dikerjakan di Batam

Berita Terkait

Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro yang dikerjakan di PT Sat Nusapersada, Batam, Rabu (19/12), diluncurkan di Jakarta.

batampos.co.id – Batam masih menarik sebagai tujuan investasi bagi perusahaan-perusahaan raksasa dan merek-merek terkenal dunia. Sebelum iPhone memulai produksinya tahun depan, Huawei -produsen smartphone terbesar kedua dunia setelah Apple- telah mempercayakan produksi produk unggulan terbaru mereka dibuat di Batam.

Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro yang dikerjakan di PT Sat Nusapersada, Batam, Rabu (19/12), diluncurkan di Jakarta. Jauh sebelumnya, beberapa produsen smartphone terkenal lainnya juga sudah “melahirkan” produk-produk unggulan mereka di Batam, terutama untuk pasar Asia Pasifik. Di antaranya Asus, Nokia, Xiaomi dan Vivo. Semuanya diproduksi di PT Sat Nusapersada.

Presiden Direktur PT Sat Nusapersada Abidin mengatakan, Huawei Mate 20 series sudah satu bulan terakhir mulai dibuat di perusahaannya di kawasan Pelita, Batam. “Hari ini peluncuran perdana untuk pasar Indonesia,” ujar Abidin, kemarin, usai peluncuran di Westin Hotel, Jakarta.

Saat ini, kata Abidin, kapasitas produksi Huawei di Sat Nusapersada mencapai 50 ribu unit per bulan.

“Ke depan bisa mencapai 300 ribu sampai 500 ribu unit per bulan,” katanya.
Abidin menjelaskan, standar produk dan etik yang dijalankan Huawei sangat tinggi.

“Yang berkaitan dengan produk, mereka sampai berkali-kali melakukan audit lingkungan untuk memastikan semua sudah sesuai standar mereka,” paparnya.

Sedangkan dari sisi etik, tutur Abidin, jajaran eksekutif dan manajemen tidak diperkenankan menerima tawaran entertain dan lobi di luar perundingan resmi dari pihak yang sedang bernegosiasi dengan mereka.

“Sangat ketat dan luar biasa tinggi standarnya, dan kami bisa bangga bisa memenuhi itu semua,” kata Abidin.

“Itu juga menunjukkan standar Sat Nusapersada, perusahaan asli Batam, sudah sepadan dengan perusahaan-perusahaan internasional,” kata Abidin menambahkan.

Abidin mengatakan, kepercayaan yang diterima Sat Nusapersada adalah bukti bahwa Batam masih jadi tempat berinvestasi yang menjanjikan bagi perusahaan-perusahaan multinasional yang kredibel. Karena itu, ia mengingatkan semua pihak agar menjaga dan mempertebal kepercayaan yang sudah ada.

“Jangan sampai Batam tidak kondusif. Hanya situasi yang nyaman yang bisa membuat mereka bertahan,” katanya.

Deputy Country Director Huawei Indonesia Consumer Business Group, Lo Khing Seng, mengatakan sebagai perangkat kelas atas, kedua ponsel ini akan menjadi unggulan dalam portofolio produk Huawei di Indonesia.

“Kami punya performa lebih baik dengan ‘kecerdasan’ (AI) yang lebih baik pula. Kami juga sering dijadikan benchmark,” ujar Lo.

Baik Mate 20 maupun Mate 20 Pro sama-sama ditenagai System-on-Chip (SoC) Kirin 980 yang dibuat dengan proses fabrikasi 7nm dan diklaim memiliki kinerja pengolahan AI mumpuni.

Spesifikasi lain dari kedua ponsel terbilang mirip. Mate 20 dan Mate 20 Pro sama-sama dibekali RAM berkapasitas 6 GB dan media penyimpanan internal 128 GB. Mate 20 sebenarnya memliliki varian lain dengan kapasitas RAM lebih kecil, namun Huawei hanya memasarkan varian RAM 6 GB di Indonesia. Huawei menjual Mate 20 seharga Rp 8.999.000 di Indonesia. Sedangkan, Mate 20 Pro dibanderol Rp 11.999.000. Keduanya bisa dipesan secara online mulai hari ini di e-commerce Lazada.

Kamera depan kedua ponsel sama-sama beresolusi 24 megapiksel dan sama-sama memiliki tiga kamera utama di belakang.

Kapasitas baterai kedua perangkat sedikit berbeda. Mate 20 memiliki baterai 4.000 mAh, sedangkan Mate 20 Pro 4.200 mAh. Mate 20 Pro sepenuhnya antiair dan debu dengan sertifikasi IP68, sementara saudaranya, Mate 20, hanya splash proof dengan sertifikasi IP53.

Rencana iPhone

Sebelumnya, perusahaan dan pemasok komponen terbesar bagi iPhone, Pegatron, akan memindahkan pabriknya dari Taiwan ke Batam. Batam dipilih sebagai tujuan diversifikasi pertama manufakturnya keluar dari Taiwan menyusul perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok.

Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hoieng membenarkan kabar tersebut. Ia menyebut, Pegatron diproyeksikan sudah memulai aktivitas produksinya di Batam pada pertengahan tahun depan.

“Sebelumnya Pegatron sudah datang ke sejumlah kawasan industri (di Batam) untuk melakukan survei,” kata Tjaw Hoieng.

Ia juga membenarkan, pemindahan pabrik produk non-iPhone ke Batam ini merupakan imbas dari ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing. Karena akibat perang dagang tersebut, Amerika mengenakan tarif tinggi kepada produk yang diimpor dari Tiongkok.

“Ini adalah kesempatan Batam melihat peluang. Contohnya Pegatron ini yang masuk ke Batam,” ungkapnya.

Ayung mengatakan, pada awalnya Pegatron menyukai Vietnam. Namun, akhirnya pilihan lokasi relokasi pabrik Pegatron jatuh ke Batam.

“Penyebabnya adalah lokasi Batam yang strategis dekat dengan Singapura,” paparnya.

Ayung menambahkan, saat ini belum ada kepastian di mana Pegatron akan menempatkan pabriknya di Batam. Menurut Ayung, ada kemung-kinan akan menempati lokasi di dalam kawasan indus-tri di Batam.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo juga membenarkan Pegatron akan masuk ke Batam. Bahkan BP Batam akan membangun lokasi khusus untuk industri pemasok komponen smartphone. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem industri smartphone yang berkelanjutan di Batam.

“Jika pemasok komponen smartphone bangun pabrik di sini, akan lebih efektif,” katanya.

Lukita menyebut Batam memiliki lokasi strategis karena berada di Selat Malaka. Sedikitnya ada enam ribu pelayaran melewati Selat Malaka setiap tahunnya. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibanding arus pelayaran dari Terusan Suez dan Terusan Panama.

Infrastruktur juga cukup memadai untuk menunjang aktivitas industri, khususnya industri pemasok komponen smartphone. Sehingga dapat menciptakan iklim investasi yang positif bagi industri smartphone untuk tumbuh. (gas)

Update