
F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun memastikan stok sembako menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu dalam kondisi aman. Apalagi untuk daerah-daerah di Kepri, yang pasokannya terpengaruh dengan kondisi cuaca dan pengaruh alam lainnya.
“Laporan pedagang masih aman. Kita berharap terus aman. Saya sudah perintahkan Kadisperindag untuk memantau ketersediaannya di seluruh Kepri,” kata Nurdin usai meninjau Pasar Natuna, Rabu (19/12/2018) pagi.
Nurdin berkunjung ke pasar setelah melaksanakan safari Subuh di Masjid Hidayatullah, Ranai, Natuna. Nurdin memilih untuk memperpanjang kunjungan ke Natuna, setelah Selasa (18/12) lalu mendampingi Panglima TNI meresmikan Satuan TNI Terintregasi Natuna.
Setelah dari pasar, Nurdin menuju Pelabuhan Tanjungpayung Penagih. Dermaga tersebut terlihat sudah bagus. Dermaga dengan panjang 180 meter dan lebar 12 meter ini baru selesai 110 meter. Masih ada 70 meter lagi. Sejak Oktober lalu dermaga ini sudah disinggahi kapal besar.
Nurdin mengatakan, pembangunan infrastruktur seper-ti dermaga ini sangat mendukung perkembangan suatu wilayah. Terutama untuk arus barang dan orang. Apalagi jika sudah bisa disinggahi kapal-kapal besar, efisiensi akan semakin nyata. Kondisi ini diharapkan memberi pengaruh signifikan bagi harga-harga barang yang dipasok ke Natuna.
“Kita tak ingin harga-harga melonjak terlalu tinggi. Apalagi di musim perayaan seperti akhir tahun ini,” kata Nurdin.
Untuk menjamin kestabilan harga, Nurdin juga minta agar ada pembangunan gudang di sekitar dermaga. Hal ini agar pasokan barang yang masuk bisa lebih banyak. Sehingga stoknya semakin terjamin.
“Gudang penyimpanan dan alat crane untuk bongkar muat barang harus segera diadakan.”
Tak hanya itu, jalan masuk ke pelabuhan juga diminta dirawat, sehingga arus kenda-raan menjadi lancar.
Nurdin juga meninjau Pelabuhan Lubuk Lumbang. Apalagi di sini dibangun kantor pengawas perikanan. Jalan sudah bagus. Nurdin berharap kondisi ini membantu nelayan yang memanfaatkan pelabuhan itu.
Meski begitu, para nelayan masih menyampaikan aspirasi soal es. Karena mereka masih mengambilnya dari luar. Di lokasi, pabriknya memang ada, namun untuk difungsikan memerlukan biaya yang tidak murah, karena ketiadaan listrik.
Mereka minta kepada gubernur agar instalasi PLN yang sudah masuk, untuk segera dialiri arus. Sehingga, pabrik ini segera berfungsi dan membantu nelayan dalam ketersediaan es batu.
Nurdin memerintahkan Kadisperindag untuk mengkoordinasikan masalah ini dengan PLN. Karena dalam kunjungan ke Natuna, Nurdin didampingi Kadisperindag Burhanuddin, Kadis Pendidikan Muhammad Dali dan Kepala Biro Humas Protokol Penghubung Nilwan.(bni)
