Sabtu, 31 Januari 2026

Progres Proyek IPAL Bengkong Sudah 30 Persen

Berita Terkait

Perbaikan jalan yang rusak akibat penanaman pipa IPAL di Batam Center.
foto: batampos.co.id / putut ariyotejo

batampos.co.id – Proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Bengkong Sadai sudah rampung 30 persen. Badan Pengu-sahaan (BP) Batam menargetkan proyek ini selesai tahun depan.

”IPAL ini progresnya sudah sampai 30 persen secara keseluruhan. Sedangkan pemasangan pipa sudah mencapai 60 kilometer dari target 114 kilometer,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam Iyus Rusmana, Kamis (20/12/2018).

Secara keseluruhan proyek IPAL ini mencakup pemba-ngunan lima stasiun pompa, pemasangan pipa 114 kilometer, dan pemasangan pipa sambungan ke rumah-rumah sepanjang 500 kilometer.

”Target perumahan yang dilayani mencapai 43 perumahan di Batam Center dan saat ini sedang dikerjakan itu 20 perumahan. Misalnya Citra Batam, Greenland, Sukajadi, Anggrek Sari, Kembang Sari, Orchid Park dan lainnya. Belum lagi termasuk ruko-ruko,” sebutnya.

IPAL Bengkong Sadai dapat mengalirkan air limbah sebanyak 230 liter per detik dan dapat menghasilkan kompos sebanyak 18 meter kubik per hari. Iyus kemudian mengatakan pihaknya selalu menggelar sosialisasi kepada warga perumahan yang akan dipasangi pipa.

”Karena penggalian pipa di rumah tak bisa secara langsung. Kami harus sosialisasi kepada masyarakat untuk dikasih pemahaman mengenai pentingnya proyek IPAL ini,” ucapnya.

Mengenai masalah kurang koordinasi yang pernah terjadi antara kontraktor utama PT Hansol dan pemiliki jaringan utilitas seperti ATB juga sudah teratasi.

”Kami akan berkoordinasi terus. Masalah kebocoran pipa kemarin sudah ada rapat di DPRD sebanyak tiga kali. Dan Insya Allah sekarang sudah mulai mengerucut,” ucapnya.

Untuk stasiun pompa, BP membangun stasiun pertama di dekat Kepri Mall. Stasiun pompa ini berfungsi unntuk memompa air limbah secara gravitasi, baru kemudian dipompakan ke IPAL yang ada di Batam Center. ”Progresnya sudah 50 persen. Dan direncanakan selesai tahun depan. Untuk stasiun pertama ini, total biayanya Rp 600 miliar,” sebutnya.

Proyek IPAL Bengkong merupakan proyek infrastruktur BP Batam untuk mengelola air limbah menjadi air yang bisa digunakan oleh penduduk Batam. (leo)

Update