
batampos.co.id – Awal tahun disambut dengan harga-harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi. Harga telur ayam misalnya. Sudah mendekati Rp 50 ribu per papan (isi 30 butir). Lalu, harga cabai merah besar menembus Rp 65 ribu per kilogram (kg).
Samsul, pedagang di Pasar Tiban Center, Sekupang, me-ngatakan harga telur mulai naik sejak dua hari lalu. Menurutnya harga dari distributor memang naik, sehingga pedagang juga terpaksa menaikkan harga telur. Menurut informasi dari distributor, naik-nya harga telur ayam ini disebabkan saat ayam pertelur masih muda usianya sehingga belum produktif.
”Kan ada masanya. Usia muda dan usia petelur. Sekarang ayamnya masih muda. Makanya telur mahal. Saat ini sudah Rp 47 ribu per papan (isi 30 butir), kalau eceran Rp 2 ribu per butir,” kata Samsul, Jumat (4/1/2019).
Ia mengatakan untuk pasokan yang masuk tetap ada namun jumlahnya sedikit berkurang karena memang dari peternak telurnya yang susah atau belum masa produksi.
”Itu kata distributornya. Makanya harga telur naik. Kemarin masih Rp 44 ribu per papan,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan penjual telur eceran di Seiharapan, Erna. Dia mengaku menjual telur perbutir Rp 2 ribu, namun kalau beli tiga butir Rp 5 ribu. Bahkan, ia mengaku bingung harus menjual telur dengan harga segitu. Menurutnya pembeli banyak mengeluh.
”Karena kalau dijual Rp 1.500-Rp 1.700 tipis sekali untungnya kalau mereka beli satu butir. Makanya saya siasati beli tiga Rp 5 ribu,” jelasnya.
Sementara itu, penjual makanan Nelly mengaku belum menaikkan harga makanan yang ia jual. Menurutnya selagi masih mendapatkan untung meskipun tipis, ia enggan membebani pelanggannya.
”(Harga telur) mahal memang. Tapi belum mau naikkan lah. Kasihan pelanggan yang biasa makan di sini,” kata dia.
Di Pasar Tos 3000 Jodoh, harga telur ayam buras dijual Rp 44 ribu-Rp 46 ribu per papan. Menurut Eko, pedagang sembako harga telur sudah naik jelang Natal. Bahkan setelah Natal dan jelang Tahun Baru harganya terus naik.
”Biasanya cuma Rp 37 ribu atau paling mahal Rp 40 ribu perpapan. Sekarang sudah hampir Rp 46 ribu,” ujar pria bebadan tegap itu.
Ditanya penyebab tingginya harga telur, Eko mengaku kurang tahu pasti. Namun menurutnya harga telur naik karena faktor cuaca.
”Saya tak tahu pasti, mungkin produksi telur berkurang karena cuaca hujan terus,” katanya santai.
Sementara di Bengkong harga telur dijual hingga Rp 48 ribu per papan. Namun harga akan semakin mahal jika dibeli per 10 butir, yakni Rp 1.700. ”Harga telur memang mahal,” ujar Anin, pedagang di Pasar Bengkong.
Menurut dia, telur ayam buras merupakan produksi dari daerah Barelang. Ia membeli dari salah seorang pemasok yang menaikan harga lebih jika diambil dari Barelang.
”Kalau ambil langsung ke Barelang harganya bisa lebih murah, cuma ini belinya lewat perantara, makanya agak mahal,”jelas Anin lagi.
Disperindag Akui Harga Cabai Mahal

Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Sementara itu, harga harga cabai merah besar juga terus merangkak naik hingga mencapai Rp 65.000 per kg. Arif, pedagang di Pasar Fanindo Batuaji, mengatakan, kenaikan untuk harga cabai terjadi pada cabai merah besar. Dari semula hanya Rp 40.000 per kg, kini mencapai Rp 65.000 per kg. Menurutnya kenaikan ini pun terjadi beberapa hari terakhir, sejak pergantian tahun baru.
”Sepekan jelang akhir tahun masih normal. Sesudah itu mulai berangsur naik hingga harga terakhir Rp 65 ribu,” kata Arif, Jumat (4/1/2019).
Tidak hanya di pasar tradisional, kenaikan cabai juga terjadi di pasar kaget di yang tersebar di sejumlah titik Kota Batam. Pasar yang identik dengan harga murah ini juga terpaksa harus menjual cabai merah besar dengan harga tinggi. Di pasar kaget Merlion misalnya, satu kilogram cabai dijual Rp 52 ribu hingga Rp 55 ribu per kg.
”Biasanya masih Rp 40 ribu per kg. Kalau sekarang rata-rata di sini jual Rp 14 ribu sampai Rp 15 ribu seperempat kg,” kata Merlin, pedagang cabai di pasar kaget Merlion.
Selain kenaikan pada harga jual cabai, komoditas lainnya seperti telur ayam ras juga ikut terkerek naik. Dari pantauan di lapangan beberapa pedagang menjual telur ayam ras di kisaran Rp 45.000 sampai Rp 46 ribu per papan. Padahal harga norma telur berkisar Rp 36 ribu sampai Rp 39 ribu per papan.
Sedangkan berdasarkan hasil survei Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam per 2 Januari 2019 di sejumlah pasar tradisional di Kota Batam menemukan harga cabai yang cukup tinggi. Di Pasar Angkasa Bengkong misalnya, cabai merah besar dijual dengan harga Rp 65 ribu per kg.
Komoditas lainnya yakni cabai rawit merah juga masih tinggi yakni Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu per kg. Sementara cabai rawit hijau berkisar Rp 33 ribu sampai Rp 38 ribu per kg.
”Empat pasar yang kita survei adalah Pasar Angkasa Bengkong, Cik Puan, Aku Tahu, dan Cahaya Garden,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Batam, Adisthy, kemarin.
Selain cabai, pihaknya juga mensurvei 17 komoditas lainnya, seperti telur ayam ras di harga Rp 45 ribu sampai Rp 46 ribu per papan. Daging sapi impor Rp 86 ribu per kg serta daging sapi lokal seharga Rp 135 ribu per kg. Sedangkan daging ayam ras berkisar Rp 33 ribu sampai Rp 34 ribu per kg.
”Guna mengontrol harga di pasar, kita lakukan survei di tiap pasar. Survei ini kita lakukan rutin setiap pekannya,” terang Adisthy.
Komoditas lainnya seperi beras tergolong stabil dan normal. Beras medium di empat pasar tersebut dijual Rp 11 ribu sampai Rp 12 ribu per kg. Sedangkan beras premium berkisar Rp 13 ribu sampai Rp 13.500 per kg. Sementara minyak goreng Rp 11 ribu per kg, dan gula pasir Rp 12 ribu per kg.(yui/she/rng)
