Jumat, 1 Mei 2026

Walikota Batam Ingin Kurangi Angkot Tak Laik

Berita Terkait

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menerima 10 unit bus dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Perhubda) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jumat (4/1). Bantuan 10 unit Bus Trans Batam tersebut, merupakan permintaan yang diusulkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perhububungan (Dishub) di tahun 2018 lalu.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengucapkan terima kasih atas bantuan bus dari Kemenhub tersebut. Ia berharap tahun-tahun berikutnya Batam kembali mendapat bantuan tambahan armada. Sehingga bisa menggantikan keberadaan angkutan kota (angkot) yang sudah tak layak jalan.

”Saya kirim surat, minta 50 (unit bus, red). Sekarang dapat 10. Kalau tahun depan dikasih lagi 40, Jono (angkot Jodoh-Nongsa) bisa dikurangi,” kata Walikota Batam, Rudi.

Rudi mengatakan, kendati nanti angkot-angkot tak laik jalan tersebut diganti dengan bus-bus Trans Batam, tetapi ia berjanji tetap akan memperhatikan para eks para sopir angkot tersebut.

”Sopirnya bisa jadi sopir bus ini. Saya titip, bus ini ambil sopir Jono itu supaya mereka tetap kerja,” sebutnya.

Ia menambahkan, mendukung trasnportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat juga diwujudkan melalui peningkatan infrastruktur atau pelebaran ruas jalan hampir di seluruh wilayah Kota Batam. Ke depan bukan hal yang tidak mungkin untuk disediakannya jalur khusus bagi Bus Trans Batam seperti layaknya Bus Trans Jakarta.

”Jalur khusus perlu didudukkan sama-sama. Selagi lahannya ada kenapa tidak. Ini demi mengejar tranportasi modern yang kita harapkan, tidak macet, dan tidak mogok,” tuturnya.

Sementara itu, seiring penyerahan 10 unit bus tersebut, Batam menjadi kota percontohan untuk program Indonesia Bus Rapid Transit Corridor Developmetn Project (Indobus) Kemenhub. Ber-sama Batam ada tiga kota lainnya, yaitu Pekanbaru-Provinsi Riau, Semarang-Provinsi Jawa Tengah, dan Bandung-Provinsi Jawa Barat.

”Jadi, kita pilih pilot project-nya di ibukota provinsi dan kota besar. Batam termasuk yang kota besarnya,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Cucu Mulyana.

Menurut Cucu, transportasi massal seperti bus ini merupakan prasyarat utama menuju kota modern. Karena transportasi adalah urat nadi perkotaan.

”Semua pasti menginginkan adanya angkutan perkotaan dengan angkutan massal yaitu bus dalam hal ini Bus Rapid Transit (BRT). Tapi pasti pemerintah setempat gamang karena angkutan kota sudah begitu mendominasi sehingga begitu muncul bus, ada penolakan,” ujarnya.

Cucu mengatakan, pelaksanaan Indobus secara penuh direncanakan terealisasi pada 2020. Batam dinilainya sudah siap menjalankan program ini, karena sudah memiliki armada, manajemen yang baik, dan sarana prasarana juga tersedia. Namun Kemenhub tetap akan melakukan pendampingan karena BRT ini menggunakan teknologi lebih tinggi dari bus umumnya. (iza)

Update