Jumat, 1 Mei 2026

Normalisasi Drainase Grya Batuaji Asri Bermasalah

Berita Terkait

batampos.co.id – Warga perumahan Grya Batuaji Asri tahap VI, kelurahan Seilangkai, Sagulung kecewa dengan proyek peningkatan drainase di lingkungan pemukiman mereka pada akhir tahun 2018 lalu. Pasalnya proyek dari Dinas Perkimta kota Batam yang dikerjakan oleh PT Raja Arthasuma Julio selaku kontraktor itu tidak sesuai harapan.

Pengerjaan drainase dinilai asal-asalan sebab setelah rampung air malah tergenang di dalam pemukiman warga. Padahal sebelum ada proyek tersebut air  mengalir lancar melalui drainase lama. Ini terjadi karena pemasangan box culver sebagai saluran drainase tidak rata dan asal-asalan saja.

Tidak itu saja yang lebih mengecewakan lagi adalah kerusakan dinding ataupun teras rumah warga dibiarkan begitu saja setelah pekerja ditarik dari lokasi kerja pada taggal 29 Desember lalu.

Rumah ibu Heni di blok S2 nomor 16 misalkan alami kerusakan pada bagian  samping rumah. Tembok samping rumah tepatnya di bagian teras rubuh karena penggalian drainase menggunakan alat berat. Kerusakan itu dibiarkan saja sampai, Senin (7/1) kemarin. “Sebelum tahun baru sudah tak ada lagi pekerja. Padahal jauh-jauh hari sebelumnya sudah protes kami. Ibu Heni sempat marah-marah karena teras rumahnya rusak. Orang proyek katanya mau ganti tapi sampai hari ini tak datang-datang lagi,” ujar Siti, warga di blok S, kemarin.

Ketidak puasan warga dengan proyek tersebut diakui warga sudah dirasakan sejak awal proyek berjalan. Penggalian dan pembongkaran drainase lama menggunakan alat berat dianggap tidak masuk akal sebab merusak bangunan rumah hingga masjid. “Dari awal sudah tak betul. Masa gali drainase kecil ini pakai alat berat. Protes memang kami tapi katanya mau dibenarin lagi kalau ada yang rusak,” kata Edi, warga lainnya.

Saat proyek berjalan, pengerjaan tidak berjalan maksimal. Dimulai dengan pemasangan box culver yang tidak rata sampai pada penempatan pekerja yang sangat sedikit hanya empat sampai enam orang saja. Proyek tanpa plang itupun sempat mangkrak sekitar sebulan.

“Sepertinya asal-asalan. Banyak tak beres. Sempat sebulan lebih mobil sampah tak masuk karena jalan jadi sempit karena proyek ini,” kata Atai, warga blok T.

Pantauan di lapangan, tak ada lagi aktifitas pengerjaan di lokasi proyek. Beberapa warga terlihat masih sibuk membersihkan ataupun membenahi halaman rumah mereka dari sisa-sisa tanah galian ataupun material yang ditinggalkan pekerja. “Beginilah kondisinya. Mau tak mau kami harus benahi sendiri karena pekerja sudah tak ada lagi,” ujar Atai.

Kadis Perkimta Kota Batam Eryudi Afriadi saat dikonfirmasi mengaku sudah mengetahui keluhan warga tersebut. Pihaknya akan kembali koordinasi dengan pihak kontraktor untuk kembali membereskan proyek tersebut. “Rumah warga yang rusak akan diperbaiki kembali. Kami akan panggil kembali kontraktornya,” ujarnya, kemarin.

Proyek tersebut diakui Eryudi sudah rampung 100 persen namun adanya keluhan warga itu termasuk aliran air yang tersendat pihaknya akan tinjau kembali.

“Yang bermasalah tentu harus dibenahi lagi. Nanti kami cek kembali,” ujarnya. (eja)

Update