
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam tengah mempersiapkan dokumen lelang proyek fisik tahun jamak.
“Dilelang lagi, sedang persiapkan dokumennya,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Kota Batam Yumasnur, kemarin.
Yang akan melakukan pelelangan, lanjut Yumasnur, adalah Unit Layanan Pengadaan (ULP). Dalam hal ini, ia sebut jika sudah pertama kali dilaksanakan proyeknya tahun lalu, tahun ini disebut lelang tahap dua.
“Ada uang lagi, lelang dan setelah itu langsung dikerjakan,” tambah dia.
Rencananya penyerahan dokumen akan dilakukan Januari ini. Biasanya, berangkat dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya proses lelang membutuhkan waktu sekitar rata-rata satu bulan, jika tidak ada kendala yang berarti yang mengharuskan lelang ulang.
“Februari akhir atau awal Maret mungkin sudah mulai (kontrak),” ucapnya.
Sebelumnya, secara umum proyek 2019 bakal diusahakan akan dilelang cepat, hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin. Lelang dimulai lebih awal agar pengerjaan proyek bisa selesai sesuai dengan waktu dan lebih maksimal.
“Mulai dari sekarang. Awal tahun kalau sudah dapat pemenangnya, langsung dikerjakan. Ya seperti memangkas waktu lah. Kalau tahun ini mulai pengerjaan bulan empat, bulan depan bisa bulan dua atau lebih maju,” jelasnya.
Percepatan jadwal lelang ini merupakan evaluasi dari pengerjaan proyek tahun 2018. Beberapa kendala seperti cuaca dan lainnya membuat pengerjaan tertunda dari jadwal yang telah ditentukan.
“Seperti pembangunan SMPN 56, harusnya kan sudah selesai. Namun molor karena faktor akses. Nah ke depan kami tidak mau ini terjadi lagi,” lanjut pria berkacamata ini. (iza)
