Sabtu, 14 Februari 2026

SMKN 1 Bebas Sampah Plastik Hasilnya Raih Penghargaan Adiwiyata

Berita Terkait

Kepsek SMKN I Batam Lea Lindrawijaya (kerudung biru) terima penghargaan Adiwiyata Nasional.

batampos.co.id  –  Sampah plastik jadi persoalan serius dewasa ini. Semua pihak harus terlibat untuk mengatasi persoalan ini dengan mengurangi penggunaan plastik atau wadah sekali pakai lainnya.

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Batam telah melakukan hal itu. Siswa dan para guru tidak diperkenankan membawa plastik sekali pakai baik itu untuk bekal minuman dan makanan termasuk ke lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah bebas sampah plastik termasuk di kantin.

“Sudah satu semester ini kami terapkan. Tak boleh bawa plastik apapun ke lingkungan sekolah termasuk botol atau kemasan mineral sekali pakai lain. Kalau mau bawa air atau makanan harus pakai botol atau wadah yang bisa dibawa pulang dan bisa digunakan lagi,” ujar Kepala SMKN I Lea Lindra Wijaya, Selasa (8/1/2019).

Aturan dan larangan ini kata Lea berlaku untuk semua masyarakat di lingkungan sekolah termasuk para tamu. Tamu yang berkunjung ke sana tidak disuguhkan minuman kemasan melainkan minuman berwadahkan gelas.

Larangan ini juga dipertegas dengan pemeriksaan rutin setiap pagi di gerbang sekolah. Tas bawaan siswa dan guru digeledah oleh petugas OSIS yang dipercaya untuk mengawasi larangan tersebut.

“Kalau kedapatan ditinggalkan di luar. Tak boleh bawa masuk,” tegas Lea.

“Alhamdulilah sekarang bisa lihat sendiri hasilnya. Secarik tisupun tak terlihat. Untuk sampah daun kami olah lagi jadi kompos. Kami punya mesin pencecar sampah kompos di sini,” sebut Lea.

Aktifitas siswa dan guru yang peduli dengan lingkungan itu juga membawa berkah tersendiri. Sekolah yang sudah banyak menoreh prestasi itu kembali menerima penghargaan Adiwiyata tingkat nasional yakni sebuah penghargaan untuk sekolah yang mampu lelolah lingkungan sekolah yang sehat dan bersih.

Humas SMKN I Batam Junaidi menambahkan, pesan yang ingin disampaikan melaui larangan ini adalah peduli terhadap lingkungan. Siapa saja khususnya masyarakat di lingkungan SMKN I harus peduli dengan lingkungan, sehingga siswa diberi pemahaman sejak dinih melalui larangan tersebut.

“Tujuan utamanya untuk membiasakan siswa peduli terhadap lingkungan,” ujar Junaidi. (eja)

Update