Kamis, 2 April 2026

BP Batam Tak Ikut Proses Lima Tahun Sekali

Berita Terkait

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo bersama sejumlah deputi bersalaman dengan karyawan BP Batam saat acara perpisahan di Gedung BP Batam, Selasa (8/1/2019). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Mantan Kepala BP Batam Periode 2017-2018 Lukita Dinarsyah Tuwo beserta tiga deputinya menggelar acara perpisahan dengan karyawan BP Batam di Lantai 3 Balairungsari, Gedung BP Batam, Selasa (8/1).

Dalam kesempatan itu, dia meminta pimpinan baru BP Batam tetap mempertahankan status Batam sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (Free Trade Zone/FTZ).

“FTZ dipertahankan dari sisi profesionalisme harus berjalan. Kewenangan sudah berada di pengelola FTZ ini akan sangat memudahkan dan sangat menarik investor datang ke Batam. Batam itu kan fokus PMA untuk orientasi ekspor,” ucapnya.

Di kesempatan itu, Lukita juga berharap agar BP dipimpin kalangan profesional.

“Sehingga (BP Batam) tetap berada di garisnya siapa pun yang memimpin, karena BP tidak ikut proses lima tahun sekali (pemilu, red),” kata Lukita.

Ia berharap agar pemerintah pusat mempermudah semua perizinan yang terkait dengan praktik FTZ di Batam.

“Berikanlah semua perizinan atau apapun terkait best practice FTZ di dunia ke sini,” ucapnya lagi.

Untuk pimpinan baru, Edy Putra Irawady, Lukita berharap agar meneruskan program-program yang sudah dilaksanakan BP Batam di era kepemimpinannya.

“Kita sudah dapat dana besar dari APBN. Segera laksanakan agar bisa terserap semua untuk dukung infrastruktur Batam di bandara dan pelabuhan serta akses jalan ke kawasan industri,” katanya.

Kemudian, menyelesaikan masalah sosial seperti persoalan Seigong, Dam Baloi, kampung tua, termasuk juga program penghijauan di sekitar dam yang bertujuan untuk menjaga ketersediaan air baku di Batam.

Sedangkan mantan Deputi IV Eko Budi Soepriyanto dan mantan Deputi V Bambang Purwanto enggan berkomentar. Mereka hanya tersenyum saat ditanya awak media.
Sedangkan mantan Deputi II, Yusmar Anggadinata hanya mengingatkan pemerintah bahwa dimanapun FTZ di dunia, selalu dipimpin profesional.

“Tidak ada campur tangan dari pemerintah konvensional,” tutupnya.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam pengganti Lukita, Eddy Putra Irawady telah tiba di Batam, Selasa (8/1/2019) malam tadi. (leo)

Update