Kamis, 2 April 2026

Kepala BP Batam Terlalu Sering Berganti

Berita Terkait

Pelantikan Edy Putra Irawady (2 dari kiri) sebagai Kepala BP Batam, Dewan Kawasan juga mengangkat Purwiyanto (3 dari kiri) sebagai Deputi Bidang Administrasi dan Umum BP Batam dan Dwianto Eko Winaryo (paling kanan) sebagai Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Senin (7/1/2019)

batampos.co.id – Pergantian kepala BP Batam dalam waktu singkat dalam rentang dua tahun terakhir mengundang beragam tanggapan dari berbagai kalangan. Anggota Komisi II DPRD Kepri Onward Siahaan menilai pergantian pucuk pimpinan BP Batam ini justru akan menimbulkan ketidakpastian iklim investasi di Batam.

“Karena sebagai pelaksana tugas pada masa transisi, kepala BP Batam yang baru tidak bisa mengambil keputusan-keputusan strategis yang mungkin sangat dibutuhkan,” katanya.

Hal senada disampaikan General Manager PT Batamindo Investment Cakrawala, Mook Soi Wah. Menurut dia, pergantian pimpinan BP Batam akan membuat calon investor ragu.

“Pergantian terlalu sering akan membuat investor ragu-ragu. Pemerintah harus konsisten dalam terapkan regulasi,” kata Mook, Selasa (8/1/2019).

Menurut Mook, investor sangat menyukai pemerintah yang pro investasi. “Jika regulasi dilakukan secara teratur, maka suasana investasi akan semakin kondusif,” paparnya.

Terpisah, mantan Ketua Otorita Batam periode 1998-2005, Ismeth Abdullah mengaku terkejut melihat begitu banyak pergantian pimpinan BP Batam di era pemerintan Presiden Jokowi. Ditambah lagi, sejumlah pergantian ini tidak pernah meminta masukan dari orang Batam.

“Ini sudah tiga kali diganti, tapi orang pusat tidak melibatkan orang lokal. Sehingga nanti bisa jadi gaduh,” ungkapnya.

Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri OK Simatupang menilai perubahan kebijakan menyangkut BP Batam berlangsung cukup cepat. Ia mengaku banyak yang belum merasa siap.

“Kita hanya berharap baik-baik saja. Mudah-mudahan apa yang dijanjikan bisa menghasilkan situasi kondusif bagi penanaman modal Batam. Ya, kita tunggu sajalah,” ucapnya di Gedung BP Batam, kemarin.

Dinamika investasi di Batam berlangsung cukup dinamis. Apalagi, saat ini, banyak investasi yang mau masuk ke Batam. Sempat terbersit kekhawatiran melihat dinamika pimpinan BP Batam yang terus berganti akan membuat situasi dunia usaha menjadi tidak kondusif.

“Namun, kami akan tetap kawal investasi ini. Kita harapkan semua pihak juga tidak berdebat yang tidak pas, sehingga merugikan Batam. Jaga investasi yang mau masuk ke Batam. Kalau tak masuk, akan sulit bagi Batam,” ujarnya.

OK mengatakan, angka pengangguran masih tinggi saat ini. Di kawasan industri Batamindo, ribuan pelamar datang padahal yang dibutuhkan hanya 20 hingga 40 orang saja.

“Pesan saya, semua komponen harus bahu-membahu menjaga supaya iklim investasi tetap terjaga. Kalaupun mau memberikan keterangan ke investor, berikanlah keterangannya yang sifatnya selalu positif,” harap OK.(leo/ian)

Update