
batampos.co.id – Masyarakat pengguna jalan di Batuaji kembali angkat suara terkait mangkraknya proyek jalan dua jalur di jalan Pangeran Diponegoro, Seitemiang. Masyarakat berharap agar pemerintah segera kembali melanjutkan pengerjaan jalan jalur Sekupang-Batuaji yang mangkrak sejak tahun 2014 lalu itu.
Desakan masyarakat ini cukup beralasan. Jalan yang menghubungkan wilayah Batuaji dan Sekupang itu selama ini masih satu jalur dan banyak kerusakan. Kecelakaan lalulintas kerap terjadi. Terakhir kecelakaan maut yang melibatkan satu mobil dan empat sepeda motor dekat kebun pembibitan Pemko Batam di Seiharapan, Sekupang belum lama ini. Kecelakaan ini merenggut nyawa dua pemotor.
Selain itu wali kota Batam Muhammad Rudi, Se belum lama ini menyebutkan jika proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan segera dilanjutkan pada tahun 2019 ini dengan menggunakan APBN tahun 2019.
“Sudah mendesak itu. Tahun depan (2019) mulai dilanjutkan,” sebut Rudi di RSUD Embung Fatimah Batam, Minggu (16/12) lalu.
Ilhamuddin, seorang warga yang dijumpai di Seitemiang berharap agar rencana tersebut segera direalisasikan diawal tahun ini sehingga bisa rampung sebelum akhir tahun nanti.
“Sudah sangat mendesak memang. Harus dua jalur karena cukup padat jalan ini. Pagi siang sore dan malampun ramai terus. Kecelakaan yang terjadi selama ini karena terlalu padat (kendaraan),” ujar warga Genta I, Batuaji itu.
Pantauan di lapangan, kondisi jalan tersebut sangat rawan. Jalan yang hanya satu jalur (untuk dua lajur) sudah banyak berlubang. Badan jalanpun tak rata karena banyak bekas tambalan aspal yang berlubang. (eja)
