
batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Edy Putra Irawady, menerima tongkat estafet kepemimpinan BP Batam dari Lukita Dinarsyah Tuwo di Lantai 3 Balairungsari Gedung BP Batam, Rabu (9/1/2019). Ada dua tugas utama Edy selama memimpin BP Batam di masa transisi itu.
Tugas pertama adalah mempersiapkan pedoman bagi Wali Kota Batam Muhammad Rudi yang akan menjabat sebagai ex-officio kepala BP Batam. Kata Edy, sebagai ex -officio kepala BP Batam, kewenangan Rudi akan tetap dibatasi oleh aturan main sesuai dengan perundang-undangan.
“Dalam masa ex-officio nanti, saya gambarkan pegangan wali kota, supaya jadi pedoman agar jangan sampai wali kota berimprovisasi,” kata Edy usai serah terima jabatan (sertijab) kepala BP Batam, kemarin.
Edy menjelaskan, sebagai Badan Layanan Umum (BLU) BP Batam memiliki tanggung jawab besar. Khususnya mengenai lahan dan perizinan investasi.
“BLU itu kuncinya akuntabilitas, transparan dan good governance. Jadi, saya buatkan ini loh gambaran BP dalam jalankan Free Trade Zone (FTZ) untuk kepentingan investasi,” ucapnya.
Khusus soal kewenangan atas lahan di Pulau Batam, BP Batam memiliki amanat langsung dari undang-undang. Aturannya juga sudah jelas. Karenanya, Edy akan menjelaskan secara rinci kepada ex -officio kepala BP Batam, apa saja aturan dan kewenangannya terkait lahan di Batam nanti. Sehingga Rudi tidak menjalankan kebijakan melebihi kewenangannya sebagai seorang ex-officio kepala BP Batam.
“Kasihan nanti kalau ex-officio berimprovisasi karena tak ada pedoman,” katanya lagi.
Selain itu, Edy menyebutkan BP Batam mengelola banyak aset negara. Seperti bandara, pelabuhan, rumah sakit, dan lainnya. Semuanya memiliki aturan main.
“Saya tak mau ikut salah karena membuat ex-officio berimprovisasi. Batam itu punya selling point ekonomi,” katanya.
Lalu, tugas utama kedua Edy adalah memperbaiki dan menyederhanakan sistem pelayanan perizinan di Batam.
Mengenai penyatuan perizinan PTSP, Edy mengatakan tujuannya adalah untuk memberikan jaminan kenyamanan usaha bagi investor yang akan masuk atau yang sudah lama berusaha di Batam.
Edy mengaku telah berkomunikasi dengan Wali Kota Batam Rudi mengenai hal ini. Namun ia menegaskan, penyatuan dua PTSP ini bukan soal penyatuan kewenangan, melainkan soal berbagi tanggungjawab.
“Ini sharing tanggung jawab, bukan kewenangan ya. Kalau kewenangan tak bisa disatuin. Tapi kalau tanggung jawab bisa dibagi,” ungkapnya.
Edy mengatakan proses bisnis itu sederhana. Sehingga segala bentuk perizinan baik di Pemko Batam maupun di BP Batam akan ditata agar bisa seragam satu sama lain.
“Orang masuk ke PTSP butuh apa, Pemko tahu butuh IMB, ya sudah kasih. Ke BP butuh apa, alokasi lahan ya kasih. Ini sharing tanggung jawab,” ungkapnya.
Penyatuan kedua PTSP juga akan mengadopsi konsep pelayanan berbasis Online Single Submission (OSS) yang sekarang ditangani oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Tugas lainnya yang akan dijalankan oleh Eddy adalah tugas rutin Kepala BP Batam. Serta satu tugas tambahan yakni memberikan masukan dalam rangka pembuatan Peraturan Pemerintah (PP) soal wali kota Batam menjadi ex-officio kepala BP Batam.
“Semua tugas pokok itu punya batas sampai 30 April nanti,” katanya.
Ia juga akan menggambarkan situasi ekonomi dan investasi di Batam. Mengapa Batam yang sudah dianggap nyaman bagi investasi, tetapi masih ada saja investor yang henkang.
“Mungkin masalah ada di kita, tapi bisa juga di pelayanan, maka saya akan gambarkan semuanya,” imbuhnya.
Namun, secara umum Edy menilai Batam masih sangat menarik bagi investor asing maupun domestik. Baik dari segi geopolitik maupun geoekonomi, Batam tetap menjadi primadona.
Penyebab karena negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand tidak menampung lagi industri manufaktur dan mengarahkan pandangan ke industri berteknologi tinggi.
“Sehingga banyak (manufaktur, red) yang tertarik ke Batam,” imbuhnya.
Selain itu, negara-negara yang tidak memiliki perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) dengan Indonesia mau bersaing dengan negara yang ada FTA.
“Mereka pilih Batam. Batam itu masih menggoda. Tetap menarik makanya kita jaga,” paparnya.
(leo)
