Sabtu, 4 April 2026

Batam Diserbu Pencaker Luar Daerah

Berita Terkait

foto: batampos.co.id / cr1

batampos.co.id – Masuk minggu kedua Januari 2019, Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam kembali ramai diserbu pembuat kartu AK1 atau kartu kuning. Ini menunjukkan Batam masih menjadi magnet bagi pencari kerja (pencaker) untuk mengadu nasib. Tercatat hingga kemarin sudah ratusan kartu kuning yang dikeluarkan Disnaker Kota Batam untuk pencaker yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Seksi (Kasi) Penempatan dan Informasi Pasar Kerja Disnaker Kota Batam Afrizon menjelaskan pada hari pertama kerja di tahun 2019 telah mencetak sebanyak 40 kartu kuning dan pada hari kedua juga mencetak kartu kuning sekitar 40 kartu kuning. Namun kemarin hingga pukul 12.00 WIB sudah lebih 30 orang yang datang untuk membuat kartu kuning.

”Diperkirakan hingga pukul 15.00 WIB akan mencapai 60 orang yang datang,” katanya, kemarin (9/1/2019).

Afrizon mengatakan banyaknya pencaker yang datang untuk membuat kartu kuning juga dipicu dengan dibukanya pelatihan pencari kerja yang akan diadakan Disnaker. Sebab, salah satu persyaratan untuk mengikuti pelatihan kerja tersebut adalah kartu kuning yang dikeluarkan Disnaker Batam.

”Kami perkirakan akan lebih banyak lagi pencaker ke kantor Disnaker sebelum pendaftaran (pelatihan pencari kerja, red) dibuka,” sebutnya.

Dia menyebutkan, banyak pencaker yang ingin membuat kartu kuning ke kantor Disnaker, juga dipicu kekosongan blangko pembuatan kartu kuning di beberapa kecamatan di Batam.

”Seperti di Nongsa, Batam Kota, dan Sekupang, blanko untuk pembuatan kartu kuning sedang kosong,” jelasnya.

Senada disampaikan Kepala Bidang Informasi dan Pendaftaran Penduduk, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Muhammad Teddy Nuh. Dia menyebutkan, saat ini Batam masih menjadi magnet bagi pencaker dari luar Batam.

Tercatat dalam pengurusan surat datang dan pindah di kantor Disdukcapil setiap harinya sekitar 100-120 orang yang mengajukan surat pindah ke Batam.

”Rata-rata setiap hari kerja, tidak terpengaruh dengan isu apapun yang beredar, walaupun saat ini banyak perusahaan yang tutup tapi masyarakat tetap banyak datang ke Batam,” ujarnya.(cr2)

Update