Selasa, 7 April 2026

Sederet Capaian BP Batam Dibawah Lukita D Tuwo

Berita Terkait

batampos.co.id – Sederet perubahan telah dibawa Kepala BP Batam periode 2017-2018, Lukita Dinarsyah Tuwo untuk Batam. Perubahan utama yakni di sektor perizinan dan pengembangan pariwisata di Batam.

“Batam itu punya potensi yang bagi saya bisa katakan akan berkembang lebih maju lagi. Jadi ketika ada kesempatan ke Batam, saya betul-betul ingin jadi bagian dari Batam melalui BP Batam untuk bisa beri kontribusi sebagai Kepala BP agar bisa buat Batam lebih baik lagi,” katanya saat memberikan salam terakhir pada rekan-rekan media di Gedung BP Batam, Rabu (9/1/2019).

Memang setelah menjalani rutinitas sebagai Kepala BP di Batam, ternyata bukan hal yang mudah untuk membawa perubahan. Karena banyak tantangan yang harus diselesaikan.

“Namun bersama teman-teman, kami bisa lakukan sesuatu. Perbaiki apa yang kurang, mulai dari organisasi dan terutama di pelayanan, kami memulainya,” paparnya.

Fokus BP memang memperbaiki perizinan yang banyak dikeluhkan seperti Izin Peralihan Hak (IPH), Fatwa Planologi dan lain-lain. Sekarang, IPH bisa diperoleh dalam rentang waktu yang cepat, hanya empat hari. Sedangkan fatwa dalam 10 hari.

“Ini membuat saya gembira, karena bisa berikan pelayanan baik buat masyarakat. Ini sangat menenangkan kami,” ucapnya.

Di zaman Lukita, Batam ramai akan sejumlah even. Even paling mutakhir adalah Batam International Culture Carnaval (BICC) yang digelar tiap Desember. Dan saat ini sudah masuk dalam 100 agenda Kementerian Pariwisata setiap tahunnya.

Ditambah lagi, even-even lainnya seperti Batam Menari, Duta BP Batam dan lainnya. Pariwisata memang dianggap dapat menyumbang kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi. Buktinya tingkat pertumbuhan ekonomi Kepri yang sempat jeblok di angka 1,06 pada triwulan kedua 2017, kini sudah naik menjadi 4,5 pada triwulan pertama 2018.

Investasi juga terus berkembang. Beberapa rencana investasi baru ke Batam di antaranya PT Pegatron. Pabrik yang relokasi dari Tiongkok ini akan memproduksi komponen untuk iPhone.

“Kami harus terus yakinkan yang bersangkutan untuk menjadikan Batam sebagai tempat lokasinya,” harap dia.

Sejumlah rencana lain yakni ekspansi PT Satnusa Persada Tbk. Lalu ada proyek properti seperti Nusava Bay yang sudah melakukan groundbreaking November lalu dan akan memulai konstruksi pada 2019 mendatang.

Kemudian pengembangan akses jalan menuju ke Tanjungpiayu, khususnya ke kawasan wisata terpadu yang akan dibangun konsorsium dari investor Tiongkok dan pemodal dalam negeri.

“Juga pengembangan wisata Pulau Tonton oleh Korea, angkanya sangat besar. Mereka serius membangun tempat wisata ini mejadi tempat wisata yang besar. Mereka sedang menunggu bagaimana kelanjutan situasi di Kota Batam,” paparnya.
Kepala BP Batam Lukita Dinasyah Tuwo bersama Deputi dan jajaran memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung BP Batam, Rabu (26/12/2018). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Lukita menjelaskan, rencana kerja BP Batam tahun depan akan lebih fokus pada pengembangan pariwisata dan peningkatan investasi masuk ke Batam.

Di bidang investasi, BP Batam belum bisa menayangkan data hingga akhir tahun. Penyebabnya karena BP Batam belum bisa mengakses data investasi yang terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS) sejak Juli lalu.

“Hingga Juli kemarin, realisasi sudah mencapai 391,8 juta dolar Amerika dari target 2018 sebanyak 500 juta dolar Amerika. Namun sejak OSS berlaku, kami kesulitan mengakses data di sentral OSS. Kami berharap ada kenaikan hingga akhir tahun ini,” katanya.

Sedangkan dari segi pendapatan, capaian BP lewat pendapatan negara bukan pajak (PNBP) meningkat meskipun ada penurunan tarif di sektor lahan dan pelabuhan.

“Tahun 2017, PNBP kami Rp 974 miliar. Dan tahun ini naik 25,97 persen menjadi Rp 1,227 triliun. Nilai ini juga melebihi target sebanyak Rp 1,217 triliun atau tercapai 100,84 persen,” ucapnya. (leo)

Update