Senin, 27 April 2026

Panitia Adinegoro Beri Penghargaan Karya Batam Pos

Berita Terkait

batampos.co.id – Mengawali tahun 2019, Batam Pos mengukir prestasi di kancah nasional. Liputan Batam Pos tentang pemilu di perbatasan Indonesia mendapatkan penghargaan dari Panitia Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2018 kategori media cetak.

Ketua Dewan Juri Anugerah Jurnalistik Adinegoro Kategori Indepth Reporting Media Cetak, Marah Sakti Siregar, di Jakarta, Rabu (16/1), menjelaskan setelah melalui diskusi yang ketat, para juri Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2018 kategori indepth reporting media cetak bersepakat dan memutuskan tidak ada pemenang untuk kategori ini tahun ini.

“Namun, para juri yang telah menyeleksi semua karya yang masuk berdasarkan topik, angle, impact, upaya, komposisi, dan pengayaan visual, memutuskan memberikan penghargaan kepada karya Batam Pos berjudul Melihat Geliat Pemilu di Tapal Batas Republik Indonesia; Gairah Tinggi Menabur Harap Lima Tahun Sekali, yang diterbitkan harian 30 November 2018,” ujar Marah Sakti.

Penghargaan juga diberikan kepada tulisan berjudul Catatan Bukan Si Boy karya Hussein Abri Yusuf Muda Dongoran yang diterbitkan Majalah Tempo 15-21 Oktober 2018.

Menurut Marah Sakti, semua karya yang masuk secara umum baik, ada upaya menghadirkan tulisan jurnalistik bertematik yang dalam, namun belum memenuhi standardisasi kedalaman penyajian karya jurnalistik yang betul-betul indepth reporting.

Karya berjudul Melihat Geliat Pemilu di Tapal Batas Republik Indonesia; Gairah Tinggi Menabur Harap Lima Tahun Sekali, ditulis lima wartawan Batam Pos, yakni Muhammad Nur, Aulia Rahman, Ahmadi Sultan, Chahaya Simanjuntak, dan Syahid Sanusi ini mengulas antusiasme warga di perbatasan di wilayah Kepri dalam mengi-kuti pemilu. Baik pemilu presiden maupun pemilihan legislatif.

Meski tinggal di pelosok, warga Kepri umumnya tetap menaruh harapan besar pada hasil pemilu. Sehingga wajar jika pada pemilu dalam beberapa tahun terakhir, tingkat partisipasi masyarakat pesisir Kepri cukup tinggi.

Mengomentari tulisan karya Batam Pos, juri lain Dr. Artini, mengatakan secara umum karya itu cukup baik.

“Saya senang sekali membaca judul karya ini, tapi sayang kontennya mirip feature masih kurang impact yang cukup untuk mengedukasi publik,” katanya.

Sementara itu, para juri telah menetapkan para pemenang Anugerah Adinegoro 2018 untuk kategori radio, kategori telivisi, dan kategori media online atau siber.

Untuk kategori radio, Anugerah Adinegoro 2018 diberikan kepada RRI Surabaya untuk liputan bertajuk Suara Disabilitas Mental Dalam Demokrasi Nasional karya Benny Hermawan yang disiarkan pada 19 November 2018.

Lalu untuk kategori media online, Adinegoro 2018 diberikan kepada jayakartanews.com atas karya jurnalistiknya berjudul Kejar Kemenangan Agung, Kalahpun Terhormat karya Sri Iswati.

Kemudian untuk kategori media televisi, penghargaan Adinegoro 2018 diberikan kepada SCTV atas liputan bertajuk Suara Dari Rimba karya Anton Bachtiar Rifa’i yang ditayangkan pada 13 Desember 2018.(nji)

Update