
batampos.co.id – Rumah susun sewa (Rusunawa) milik Badan Pengusahaan (BP) Batam akan beroperasi pada bulan depan. Proses operasionalnya akan dimulai setelah BP menerima penyerahan aset secara pinjam pakai dari Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan (Kemenpupera).
“Rusunawa tersebut dibangun Kemenpupera. Rencana Februari serah terima ke BP. Baru diurus operasionalnya,” kata Direktur Pemanfaatan Aset BP Batam, Dendi Gustinandar, Rabu (23/1/2019).
Dendi kemudian menjelaskan bahwa rusunawa ini terdiri dari dua tower dan memiliki 180 kamar. Fasilitasnya sudah terdiri dari ranjang dan lemari. Untuk harga sewa kamar, Dendi mengatakan ada di kisaran Rp 600 ribu per kamar per bulan. “Jadi tinggal datang hanya dengan bawa badan saja,” imbuhnya.
Pantauan Batam Pos, rusunawa ini terbilang megah. Bangunannya lebih tinggi dari bangunan lain di sekitarnya. Halamannya cukup luas. Sedangkan fasilitas dan aksesoris taman sudah tertata dengan baik. Namun untuk jalan masuknya masih belum diaspal. Sehingga ketika hujan, jalan akan dipenuhi lumpur.
Warga berharap agar rusunawa tersebut segera diresmikan sehingga bisa ditempati. “Masyarakat di sini banyak yang numpang atau tinggal di ruli. Banyak yang berharap dengan rusun itu tapi tak tahu kapan mulai ditempati,” ujar Heru Irawan, warga Teluk Pandan, Tanjunguncang. (leo)
