Jumat, 24 April 2026

Wirausahawan Harus Punya Target Besar

Berita Terkait

batampos.co.id – Al Ahmadi Entrepreneurship Centre (AEC) Community menggelar business matching dan talkshow bisnis di aula Kantor BI Perwakilan Kepri di Batam, Minggu (27/1). Dalam kegiatan itu, AEC juga mendeklarasikan terbentuknya AEC Community sekaligus launching Al Ahmadi Award ke-8 Tahun 2019.

Dalam talkshow ini juga diadakan sharing bisnis oleh tokoh entrepreneur, Asman Abnur, Pemerintah Provinsi Kepri yang diwakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Burhanudin, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, Pemko Batam yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ardiwinata, serta perwakilan Konsulat Singapura dan Malaysia.

Asman Abnur menyebutkan, hadirnya AEC sebagai motor dalam melahirkan entreprneur di Batam dan Indonesia. Menurutnya, entrepreneur adalah pilihan yang tepat jika ingin sukses dalam berusaha.

”Hari ini (kemarin) saya bahagia bisa berbicara tentang entrepreneur. Bahagia memilih profesi pedagang. Karena ini jalan yang benar. Kalau mau jadi kaya inilah jalannya,” kata Asman.

Asman mengatakan, dalam berwirausaha harus memiliki target yang besar. Seorang entrepreneur juga harus berani memulai, tidak boleh kalah dengan waktu serta mampu memaksimalkan setiap peluang.

”Artinya pengusaha harus cepat, enggak boleh lambat. Yang menang itu bukan pengusaha besar, tapi pengusaha yang cepat dan tidak boleh kalah dengan waktu,” kata mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tersebut.

Sementara Burhanudin mengatakan, Pemprov Kepri menyambut baik kegiatan ini karena memberikan manfaat yakni mendorong lahirnya pelaku usaha di kepri. Saat ini, ada sekitar 2.400 UKM di Kepri. Burhanudin berharap, AEC dan Pemprov Kepri bisa bersinergi dalam medorong peningkatan UKM di Provinsi Kepri.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raizal Eka Putra berharap kegiatan ini bisa membawa inspirasi bagi pelaku usaha di Kepri dan Sumatera, khususnya terhadap membangun ekonomi kerakyatan.

”Indonesia 90 persen di-support oleh UKM. Di tahun 1998 kita kena krisis dan hanya UKM yang bisa bertahan. Ini menjadi konsen kami dan ada beberapa strategi kami dalam mendorong UKM,” kata Gusti.


Direktur Al Ahmadi Entrepreneurship Centre Lisya Anggraini (dua kanan) bersama Sirajh Syarman dari Torch Grup Singapura (tiga kiri) dan Direktur Batam Tourism Polytechnic M. Nur Nasution (kanan) menandatangani kerja sama yang disaksikan oleh Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putra dan Asman Abnur, Minggu (27/1/2019).
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

Ia menambahkan, tahun ini BI juga mendorong UKM yang ada di Batam dan Kepri untuk go global. Kalau ini bisa dilakukan secara bertahap, diyakini bisa membantu pemerintah dalam mengatasi defisit perdagangan.

”Kami juga melihat teman-teman AEC bisa mengambil peran mengurangi defisit tadi. Agar Indonesia bisa mengurangi ketergantungan produk luar, dan untuk produk (kelas) premium kita ajak go internasional (eksporrr),” sebut Gusti.

Direktur Eksekutif AEC Community Lisya Anggraini mengatakan, AEC Community adalah komunitas pelaku usaha yang memiliki mindset, attitude dan skill entrepreneurship.
Pelaku usaha ini tersebar di berbagai kota di Sumatera, kecuali Bengkulu dan Aceh.

Pengusaha yang memiliki jejaring bisnis se-Sumatera, Singapura dan Malaysia. Komunitas ini adalah program inkubasi dari AEC dengan jumlah sekitar 600 pengusaha yang telah bergabung.

”Kami sebagai lembaga entrepreneur hari ini (kemarin) melakukan gathering, business matching, launching koperasi binaan Bank Indonesua serta talkshow bisnis,” kata Lisya.
Menurutnya, kehadiran empat narasumber entrepreneur, dua di antaranya merupakan alumni dari Batam Pos Entrepreneur School (BPES), sebelum berganti jadi AEC.

Mereka adalah Zulfayetri owner Kokoci, Fery Firdaus owner De Chruse Pet Centre, Aditya Kryoadi owner Dreamarch Animation yang bergerak di bidang bisnis anak muda desain animasi, serta Rosmaini owner Narata, yang produk makanannya telah di ekspor ke Beijing Tiongkok. ”Mereka hadir untuk sharing dan membagikan trip (perjalanan) bisnisnya,” sebut Lisya.

Peserta dari AEC Community ini adalah pengusaha juara Al Ahmadi Award, alumni entrepreneurship program training entrepreneurship, alumni kelas program scale up, alumni kelas program training binaan bersama Bank Indonesia (WUBI) dan alumni kelas program entrepreneurship go to School.

”AEC berganti nama dari Batam Pos Entrepreneur School yang di-back up Bank Indonesia. Kami mulai dari Batam dan sudah merambah ke Sumatera. Insyallah akan masuk ke seluruh Indonesia,” tuturya. (rng)

Update