Selasa, 28 April 2026

Pembangunan Museum Bahari Digesa

Berita Terkait

Gedung Museum Bahari Natuna yang berada di kompleks Masjid Agung masih proses pengerjaan. (Aulia Rahman)

batampos.co.id – Pembangunan Museum Bahari di kompleks Masjid Agung Natuna terus digesa. Pengerjaan proyek ini dimulai sejak 2016 lalu. Proses pembangunan yang dilakukan pemerintah pemerintah atas tiga tahap. Dimulai dari pengerasan lahan, pemancangan tiang, dan terakhir pengerjaan tiang dan lantai.

Museum bahari dua lantai dengan dimensi 187 meter persegi tersebut dibangun di atas lahan seluas 2 hektare lebih yang bersumber dari Kemendikbud. Menurut pegawas pengerjaan proyek, pengerjaan fisik bangunan yang dikerjakan 2018 lalu sudah selesai 50 persen.

“Bangunan museum sudah tiga tahap, kalau dilihat sekarang sudah 50 persen selesai. Tahun ini informasinya akan ada lanjutan tahap empat,” ujar Abdilah, pengawas proyek, Senin (28/1).

Pembangunan museum bahari yang diprogram kemendikbud tersebut sebelumnya sempat menjadi sorotan lembaga legislatif daerah, lantaran pengerjaan pemasangan tiang pancang pondasi bangunan mendapat laporan tidak se-suai kontrak di 2017 lalu. Namun, sorotan tersebut tidak berpengaruh pada pelaksanaan pembangunan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Pemkab Natuna Hadisun mengatakan, sejauh ini pemerintah daerah belum menerima laporan administrasi untuk lanjutan pembangunan fisik museum di tahun 2019. Saat ini pembangunan museum tersebut tidak lagi melibatkan teknis di daerah, sepenuhnya dikelola pusat.

“Mudah-mudahan saja tahun ini ada lanjutan, supaya museumnya cepat selesai,” kata Hadisun.

Dikatakan Hadisun, keberadaan museum tersebut nantinya untuk melengkapi sejarah Pulau Natuna dan peradabannya dimasa lampau. Lebih spesifik akan dijadikan museum perdagangan maritim, karena Natuna adalah jalur perdagangan dimasa abad silam. Dan banyaknya peninggalan pecah belah dari beberapa benua.

“Tapi kami belum menetapkan history line untuk museum. Termasuk belum membahas pengelolaan museum itu nantinya. Apakah dikelola dibawah pemerintah daerah atau langsung dibawah pengelolaan Kemendikbud,” ujarnya. (aulia rahman)

Update