batampos.co.id – Sejumlah investor sudah ancang-ancang untuk meletakkan kedua kakinya di Batam. Setelah Pegatron, maka Excelitas yang berlokasi di Kawasan Industri Batamindo juga akan merelokasi pabriknya dari Amerika.
“Excelitas yang kantor pusatnya ada di California, Amerika. Mereka akan memindahkan pabriknya dari Amerika ke Batam,” kata Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo saat menggelar konferensi pers di Gedung Marketing Centre BP Batam, Jumat (1/2).
Excelitas ini bergerak di bidang produsen alat-alat kesehatan seperti lampu operasi, giroskop, stetoskop dan lain-lain.
Di California, Excelitas membuka pabrik yang merakit alat-alat tersebut atau istilahnya pabrik manufaktur. Namun, saat ini negara-negara maju seperti Amerika ingin mengubah wajah industrinya menjadi ramah lingkungan. Dari yang sebelumnya, merakit produk akan beralih menjadi industri jasa.
Sehingga perusahaan yang masih memiliki pabrik manufaktur perlahan-lahan akan digeser ke negara-negara yang siap menampung. Dan Batam mendapat ajimumpung karena Excelitas sudah eksis di kota ini.
“Semua fasilitas yang ada di California pindah ke sini. Tapi bukan barang modal baru lagi, melainkan alat-alat yang dibongkar dan dipasang lagi disini,” ungkapnya.
Mengenai nilai investasi, ternyata cukup besar. Dwi mengatakan rencana relokasi ini akan memakan biaya 10 hingga 15 juta Dolar Amerika.
“Ini masih tahap pertama, tapi bisa ekspansi dalam waktu dua atau tiga tahun kedepan,” katanya.
Sedangkan Pegatron sudah mendaftarkan diri ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk investasi di Batam.
Perusahaan yang memproduksi alat-alat broadband dan smarthome ini akan berinvestasi sebesar 40 juta dolar Amerika.
“Dan itu baru tahap pertama. Mereka belum ada sampaikan rencana dan waktunya,” ungkapnya.
Pegatron juga akan melakukan ekspor perdana ke Amerika, hari ini (1/2) yang akan dilepas oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla.
“Selain itu, banyak negara non free trade agreement (FTA) dengan Amerika mau masuk kesini. Mereka tak punya skema, makanya mau masuk pasar regional ya harus dari Batam. Ada sekitar 540 juta dolar Amerika yang mau masuk,” ungkapnya.
Dengan masuknya Pegatron, maka sudah ada 825 investor asing dan 147 investor lokal yang ada di Batam. Mereka berkontribusi terharap pergerakan eskpor senilai 9,3 miliar dolar Amerika di Batam.
Untuk menambah kepercayaan investor, BP juga akan terus melanjutkan proyek-proyek yang berkaitan dengan utilitas seperti infrastruktur dan penyediaan air baku.
“Untuk pemanfaatan aset Dam Tembesi tetap berjalan. Kami sudah diskusi dengan Dewan Kawasan (DK), maka akan ada pemenangnya tahun ini,” paparnya.
Disamping itu, rencana pengembangan Bandara Hang Nadim juga akan terus berjalan.”Kami mendapat fasilitas project development facility (PDF) dari Kementerian Keuangan untuk mengerjakan proyek ini,” ucapnya.
PDF adalah insentif dari Kemenkeu berupa dana yang digunakan untuk membiayai konsultan yang akan mengawasi proyek ini hingga tahapan financial close.
Di tempat yang sama, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono mengatakan bahwa di tingkat global, perang dagang antara Amerika dan China terus berlanjut.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan karena Batam bisa menikmati relokasi pabrik. Kita mestinya dapat limpahan,” paparnya.
Pemerintah pusat kata Susi akan memfokuskan Batam sebagai kota yang menampung industri berbasis ekspor demi menekan defisit di neraca perdagangan, dimana impor lebih tinggi dari ekspor.
“Kita harus kejar kuartal satu dorong ekspor agar bisa kurangi defisit. Sehingga hambatan ekonomi harus dikurangi,lartas dikurangi dan logistik didorong kencang,” paparnya.
Terpisah, Manager General Affair Batamindo, Tjaw Hoeing membenarkan niat Excelitas mau relokasi perusahaan.
“Tapi nilai investasinya itu 5 juta dolar Amerika saja. Mereka dulu perusahaan yang produksi sensor,” katanya.
Di Batam nanti Excelitas akan membangun satu pabrik untuk proyek barunya yakni proyek alat-alat kesehatan. Pabrik itu seluas 10 ribu meter persegi.
“Mereka tidak akan menutup pabriknya di Amerika. Tapi hanya memindahkan proyek-proyek baru ke Batam,” ungkapnya.
Sebelumnya, Excelitas sudah membangun satu pabrik dengan luas 10 ribu meter persegi dan merekrut 1000-an pekerja.
Namun, untuk pabrik baru nanti, jumlah rekrutan tidak akan banyak. Seperti yang diketahui, bahwa Excelitas sudah menggunakan tehnik automasi yang memungkinan produksinya dikerjakan oleh tangan-tangan mekanik.
“Tidak banyak, sekitar 140 tenaga kerja saja,” singkatnya. (leo)
