Rabu, 15 April 2026

Penilaian Walikota Batam terhadap Taman Kota ialah …

Berita Terkait

Taman Buluh foto: batampos.co.id / ccep mulyana

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi menilai taman di Batam belum memadai. Padahal, taman yang bagus erat kaitannya dengan pariwisata yang kini dikembangkan Pemko Batam.

”Taman kita masih belum elok untuk dilihat. Pohon baru ditanam, tak hidup,” ucap Rudi, Jumat (1/2/2019).

Maka dari itu, ia telah menugaskan Kepala Disperkimtan Batam Eryudhi Apriadi kembali membagikan tugas pada OPD-OPD untuk ikut memelihara taman-taman tertentu sesuai dengan tugas yang telah ditetapkan.

”Saya kasih waktu dua bulan, dari 25 Januari kemarin, jadi 25 Maret pohon harus hijau dan besar,” kata Rudi.

Rudi meminta OPD dapat menjalankan sebaik-baiknya tugas tersebut. ”Jaga pohon tersebut, kalau besar menye-jukkan orang di bawahnya, pahala kalian kan tak putus,” kata dia.

Tidak hanya itu, ia mengaku penataan taman jadi fokusnya karena sudah menjadi sorotan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Ia bercerita dalam satu kesempatan, Tjahjo mengapresiasi perkembangan infrastrukur Batam, akan tetapi menteri meminta taman juga harus di-perbaiki.

”Jalan yang kita buka ia sampaikan terima kasih, tapi ekor ungkapan yang ia sampaikan bercabang, dia bilang tinggal tamannya yang belum sempurna,” imbuh Rudi, mengulang percakapannya dengan Tjahjo.

Pembagian tugas sejatinya bukan baru-baru ini dibebankan kepada OPD, pembagian tugas sudah dilakukan seiring penanaman serentak ketapang kencana, di antaranya di Simpang Kabil hingga Simpang Jam (jalan layang Laluan Madani).

Sayangnya, pohon-pohon yang ditanam di kawasan yang disebut yang digadang jadi hutan Kota ini banyak yang mati. Padahal, penanaman pohon di lokasi tersebut dulunya melibatkan 10 ribu orang. Mulai dari pemerintah, gerakan pramuka, PGRI, Karang Taruna, dan lainnya.

Memang pada titik-titik tertentu ada yang tumbuh, seperti ketapang kencana di median jalan dekat jalan la-yang. Pohon-pohon ini dulu ditanam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Batam yang juga turut dihadiri Panglima Kodam (Pangdam) I/Bukit Barisan saat itu, Mayjen TNI Ibnu Triwidodo.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam Eryudhi Apriadi memastikan pemeliharaan bakal hutan kota ini akan terus berjalan. Bahkan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dulu pernah dibagi wilayah kerja untuk mengurus area dengan luasan tertentu, masih berlaku dan tugasnya wajib untuk dijalankan.

”Tugas yang telah dibagi tetap harus dilaksanakan,” kata Eryudhi. (iza)

Update