
batampos.co.id – Aktifitas penambangan pasir di dam Tembesi terus berlajut. Ratusan truk setiap hari keluar masuk ke kawasan dam tembesi untuk mengangkut pasir. Kondisi dam yang digadang-gadang menjadi cadangan air minum untuk Batam itu pun semakin rusak.
Kemarin, Jumat (1/2/2019), sekitar pukul 08.00 WIB, puluhan truk sudah mengantri di depan portal menuju dam Tembesi. Persisnya di depan perumah Cipta Asri. Hampir semua jalan masuk ke dam Tembesi menjadi tempat keluar masuk truk pengangkut pasir.
“Kalau semuanya bisa ratusan truk dari sini setiap hari. Kami sebagai warga juga sebenarnya keberatan. Abunya sangat mengganggu,” kata Aldo, warga Cipta Asri.
Aldo mengatakan, aktifitas tambang pasir di sana memang tidak pernah berhenti. Suara mesin dompeng juga terdengar sampai pinggir jalan.
“Lihat saja dari jalan raya ini, langsung kelihatan kok penambang pasirnya. Makanya bingung juga, koka tak juga ditindak,” katanya.
Sementara itu, wakil ketua DPRD Kota Batam, Helmy Hemilton menyayangkan sikap BP Batam dan Pemko Batam yang tak kunjung tegas untuk menindak penambang pasir. Di mana selama ini penambang pasir itu terang-terangan beroperasi.Bahkan menggunakan alat berat untuk menambang.
“Kami heran, kenapa sih tak kunjung ditertibkan. Ini patut diduga ada orang besar yang membekingi,” katanya.
Menurut Helmy, BP Batam sebagai pemilik lahan dan pemilik dam Tembesi harus bertindak tegas. Bahkan menurutnya, Petugas Ditpam yang posnya hanya berjarak ratusan meter dari dam Tembesi tidak bisa berbuat apa-apa.
“Jadi aneh saja, di sana ada pos Ditpam tapi mereka tak bisa berbuat apa-apa. Ada apa ini,” katanya.
Ia berharap petugas kepolisian dan tim terpadu untuk bisa masuk dan melakukan penindakan. Ini demi ketersediaan air bersih di Batam.
“Jangan nanti setelah air terbatas baru saling menyalahkan. Dam Tembesi itu sangat rusak. Semua pohon ditumbang, pasir diangkut dan pembuangan tanah langsung ke dam Tembesi,” katanya. (ian)
