Rabu, 8 April 2026

Router Buatan Batam, Indonesia Dikirim ke Amerika

Berita Terkait

batampos.co.id – Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla meresmikan ekspor perdana produk smarthome router besutan Pegatron yang diproduksi di Pabrik PT Sat Nusapersada Tbk di Batam, Sabtu (2/2/2019).

Smarthome router yang diproduksi di Sat Nusapersada merupakan router dengan teknologi fast router wireless wave 2 dengan kecepatan transfer data seratus kali lepah cepat dari router biasa.

Presiden Direktur Sat Nusapersada, Abidin Hasibuan mengatakan nilai ekspor perdana produk smarthone router ini mencapai 3,7 juta dolar Amerika. “Wireless router ini dapat mendukung terwujudnya koneksi smarthome yang membutuhkan bandwidht tinggi,” ucapnya.

Abidin berharap agar semakin banyak produk-produk berteknologi tinggi yang diproduksi di Indonesia sehingga mampu mendorong Indonesia memasuki era industri 4.0 dan mewujudkan konsep smart city di Indonesia.

Selain smarthome, Sat Nusapersada juga memproduksi smarthome. Adapun merk smartphone yang dirakit di Batam antara lain Nokia, Asus, Huawei, Honor dan Xiaomi.

“Terima kasih kepada pemerintah yang telah menerapkan kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) khusus smartphone,” ucapnya.

Kebijakan ekonomi TKDN mewajibkan smartphone asal luar negeri untuk menggunakan konten lokal sebanyak 35 persen dalam produknya agar bisa berjualan di Indonesia. Konten tersebut bisa dalam bentuk kotaknya, casingnya, buku manual, LCD dan lainnya yang diproduksi oleh mitra lokal. Namun dalam kasus Sat Nusapersada dipercaya untuk merakit smartphone yang siap untuk dipasarkan. Pasarnya ini selain lokal, juga akan diekspor keluar negeri. Tujuan utamanya adalah India, Jerman dan Prancis.

Ia berharap kedepannya, pemerintah juga menerapkan TKDN kepada produk lainnya seperti laptop, televisi, kulkas dan produk lainnya. “Laptop itu pertahun impornya naik 41 persen tahun lalu. Dan tiap tahunnya kebutuhan di Indonesia capai 3 juta unit pertahun. Jika di-TKDN, maka bisa ciptakan 80 ribu lowongan tenaga kerja,” paparnya.

TKDN dianggap dapat mengurangi impor, menggairahkan industri lokal, menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan negara. “Selain itu, kita akan bangga karena di kotak produk ada tulisan Made In Indonesia,” tegasnya.

Lebih lanjut lagi, saat ini jumlah pekerja di Sat Nusapersada mencapai 7000 orang. Dengan adanya peluncuran produk smarthome ini, maka akan menambah 2000 lowongan kerja baru.

Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla mengapresiasi prestasi yang telah dicapai Sat Nusapersada.”Saya apresiasi Abidin dan lain karena dua hal, yakni karena tetap berada di jalur teknologi dan tetap setia di Batam,” paparnya.

Orientasi kepada produk smartphone sangat tepat karena pasarnya menjanjikan dan terus tumbuh. Di Indonesia saja kebutuhan akan smartphone terus tumbuh karena daya beli masyarakat terus membaik.”Dari Batam ke pabean tidak ada lagi bea masuk seperti dulu. Ini bisa kita tingkatkan,” ujarnya.

Pemerintah memang tengah berupaya menggenjot ekspor dengan menerapkan kebijakan TKDN sehingga membuat perusahaan berteknologi tinggi hijrah ke Batam.

“Dunia ini nanti akan digerakkan teknologi, kalau tidak maka kita akan ketinggalan. Nanti kita hanya jadi konsumen teknologi saja,” ucapnya.

Selain itu, dengan TKDN maka dapat meningkatkan devisa negara. Setelah itu, angka ekspor akan tetap terjaga dan terus bertumbuh serta menciptakan lapangan pekerjaan.

Pemerintah saat ini akan memanjakan industri berteknologi tinggi agar terus berkembang. Caranya adalah dengan memberikan sejumlah insentif dan memberdayakan tenaga kerja lokal dengan pelatihan kompetensi yang memadai. Selain itu juga akan mempersiapkan infrastruktur pendukung yang handal.

Di tempat yang sama, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto mengatakan bahwa dengan regulasi TKDN, maka akan terjadi penghematan karena angka impor bisa ditekan.

“Produksi elektronik merupakan bagian utama mendorong ekspor. Sekarang kita masih defisit impor. Tapi dengan bagian dari policy Taiwan yang ekspansi ke Batam, maka target 68 juta Dolar Amerika bisa dicapai,” katanya.

Dan Vice Chairman Pegatron Corporation Taiwan, Jason Cheng mengatakan bahwa Batam memiliki lingkungan yang bagus sebagai basis produksi Pegatron. “Disini lingkungannya bagus dan menjadi langkah pertama untuk berkembang,” paparnya.

Pegatron terus meraih keuntungan di ekonomi global dengan mengirim produknya ke belahan dunia lainnya seperti China, Mexico, Amerika dan Eropa.

“Ini merupakan langkah awal. Kami akan maju terus berekspansi. Dan kami butuh dukungan dari teman-teman disini,” harapnya. (leo)

Update