
Foto: batampos.co.id / cecep mulyana
batampos.co.id – Saban sore, eks Taman Jodoh Boulevard kembali dipenuhi Pedagang Kaki Lima (PKL). Hal ini karena para pedagang bingung hendak berjualan di mana, sementara Pasar Induk Jodoh tak kunjung direvitalisasi.
“Kami mau jualan dimana, katanya pindah ke pasar tapikan belum ada pasarnya,” ucap seorang pedagang yang tak mau disebutkan namanya, Minggu (3/2) lalu.
Sementara, sebagai ‘orang kecil ‘ menurut dia para PKL juga butuh uang untuk keperluannya sehari-hari. “Mau tidak mau jualan dulu,” imbuhnya.
Camat Batuampar Tukijan, dikonfirmasi, Selasa (5/2) mengatakan, sejatinya pasca penertiban PKL dimulai sejak September 2017 lalu dan pembongkaran taman februari 2018 lalu, pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin para PKL kembali berdagang.
“Bagi kami kecamatan, ibarat simalakama, kalau kami usir mereka mengaku butuh untuk keperluan sehari-hari, sementara dibiarkan kotor tempatnya,” imbuh dia.
Yang kini terjadi, para pedagang tersebut melakukan aktivitasnya sore hari sekitar pukul 16.00 WIB hingga pagi. “Paginya sudah bersih, malamnya jaga keamanan. Jelang mau diapakan itu Jodoh Boulevard,” kata dia.
Data yang kecamatan miliki dan sudah diserahkan ke Disperindag, ada sebanyak 430 PKL Jodoh Boulevard dan Maritim Square. Apakah, yang kembali berjualan ada pedagang baru? “Saya rasa ada juga,” ucapnya.
Dalam satu kesempatan, Wali Kota Batam Muhammad Rudi pesimis penuntasan penataan lokasi ini tak terkejar pada masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad hingga 2020 mendatang.
“Dugaan saya tak keburu zaman saya atau periode ini, tapi yang penting kami bersihkan dulu,” imbuhnya.
Ia menyampaikan, kalaulah Pasar Induk selesai dirombak tahun 2019 mendatang, sudah pasti pada tahun 2020 seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) Nagoya dan Jodoh harus direlokasi ke pasar. “Nah 2020 kan saya sudah habis juga (selesai jadi Wali Kota),” terangnya.
Namun demikian, ia mengatakan penataan tersebut akan dikunci dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batam. Dengan demikian, penataan akan dilanjutkan oleh kepemimpinan selanjutnya.
Untuk diketahui, pasar induk jopdoh merupakan lokasi yang digadang-gadang menajdi tempat bagi para PKL tersebut. Pada Senin (4/2), Rudi menyampaikan, tahapan penertiban di Pasar Induk terkendala masih adanya para pedagang di dalam pasar.
“Kami tak bisa tertibkan sepihak. Tunggulah waktunya,” pungkasnya. ***
