
batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam akan membentuk tim guna mencegah penyebaran Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kota Batam.
Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan data bulan Januari menyebutkan 89 penderita positif DBD sudah ditemukan. Menurutnya angka ini harus ditekan agar tidak ada penambahan korban.
“Lumayan juga yang postif. Bukan hanya karena perubahan cuaca, tingkat kebersihan rumah warga juga menjadi penyebab,” ujarnya, Rabu (6/2).
Didi menyebutkan pihaknya akan mengintensifkan sosialiasi untuk membentuk juru pemantau jentik (Jumantik) di setiap wilayah kerja masing- masing puskesmas. Selain itu eduikasi mengenai mengecek dan menerapkan 4M plus juga penting.
Menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air secara rutin minimal seminggu sekali, mengubur tempat penampungan air yang tidak terpakai, dan memantau jentik nyamuk seminggu sekali. Sertamenghindari gigitan nyamuk menggunakan anti nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk hingga melakukan larvasidasi.
Dari hasil pemantauan selama ini, di sekitar rumah korban memang ditemukan sarang atau tempat nyamuk Aedes aegepty berkembang. Mulai dari drum penyimpanan air, barang- barang bekas hingga dispenser.
“Memang terbukti ada tempat nyamuk berkembang. Ini ke depan yang akan kami sosialisasikan kembali agar warga bisa mencegah penularan lebih dini dengan menerapkan 4 M plus tadi,” sebutnya.
Untuk itu Jumantik nanti memiliki peran utama di masing- masing lingkungan mereka. Ia menambahkan untuk penyemprotan obat di lokasi ditemukan DBD juga ada. Namun menurutnya lebih baik mencegah dari pada mengobati.
“Kami berharap tidak ada korban lagi. Makanya butuh kerjasama,” lanjutnya.
Pemberantasan sarang nyamuk ini bisa dituntaskan dengan 4M plus tersebut. Selain itu pihaknya juga rutin menggelar gotong royong di lingkungan ditemukannya penderita DBD.
“Ini langkah pencegahan yang bisa dilakukan saat ini. Kami berharap ada penurunan jumlah penderita tentunya,” tutup Didi. (yui)
