batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggesa penataan kampung tua menjadi destinasi wisata tahun ini. Selain dikembangkan menjadi tujuan wisata di Batam, penataan juga diharapkan berdampak positif bagi pengembangan ekonomi masyarakat.
”Alhamdulillah, tahun ini mulai dibenahi. Tahun pertama yang dikerjakan Kampung Tua Tanjungriau,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi saat menghadiri kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Tanjungriau, Minggu (10/2/2019) malam.
Penataan kampung tua ini akan dilakukan melalui prog-ram Kotaku Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).
”Sudah saya usulkan dan disetujui. Jadi nanti kampung tua akan sangat indah dan tertata, sehingga bisa menjadi destinasi wisata sejarah, kuliner hingga pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam Eryudhi mengatakan, penataan kampung tersebut akan mulai dikerjakan April mendatang.
Ia menyebut ada sembilan kegiatan yang akan dilakukan di kampung tua Tanjungriau yaitu, pembangunan jalan lingkar, sanitasi, penyediaan fasili-tas pemadam kebakaran, jalan permukiman, drainase, penataan ruang terbuka hijau, pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu, pembangunan usaha kecil menengah, hingga memperindah kampung tua tersebut.
”Untuk kegiatan tersebut Pemko Batam mengusulkan kurang lebih Rp 35 miliar dengan luas wilayah mencapai 19 hektare,” sebutnya.
Pria yang akrab disapa Yudhi ini menambahkan, keberadaan jalan lingkar nanti akan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin ke Batam. Menurut rencana, jalan lingkar akan dibangun dari Pelabuhan Rakyat (Pelra) menuju kawasan galangan kapal.
”Nanti ada spot-spot untuk wisatawan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata mengatakan saat ini mempersiapkan sarana dan prasarana menjadikan kampung tua jadi destinasi wisata. ”Bertahap pastinya dan tak bisa sekalian,” katanya.(yui)
