batampos.co.id – Sejumlah agenda Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Batam dan Kepri terhambat karena. Penyebabnya adalah anggaran KONI Batam dan Kepri yang diharapkan untuk menopang sejumlah agenda Pertina Batam dan Kepri tak kunjung cair.
”Untuk saat ini kami hanya bisa menjalankan latihan rutin saja. Belum bisa mengikuti sejumlah kejuaraan yang mestinya sudah diagendakan,” terang pelatih tinju Kepri Rionando Butar Butar, Selasa (19/2).
Rio, sebutan Rionando, juga mengatakan, jika tidak tersedianya anggaran membuat Pertina tidak berpartisipasi untuk mengikuti sejumlah kejuaraan.
”Ya, untuk saat ini kita off dulu. Kita hanya bisa berlatih saja saat ini,” papar Rio.
Ia berharap hal ini tidak berlarut-larut dan akhirnya akan mengganggu agenda Pertina Batam dan Kepri. Karena ada beberapa agenda wajib yang harus dijalani di tahun ini.
Untuk diketahui, saat ini Pertina Kepri sendiri tengah mempersiapkan atletnya untuk bisa berlaga di pekan Olahraga Wilayah (Porwil), Oktober mendatang.
Karenanya, selain latihan, ujicoba menjadi salah satu agenda yang akan digunakan Pertina Kepri untuk menguji kemampuan atletnya.
”Porwil akan dilaksanakan di Bengkulu, 11-18 Oktober mendatang. Waktunya tidak lama lagi. Jika hanya mengandalkan latihan rutin saja, kita tidak akan pernah tahu kemampuan sesungguhnya dari petinju kita,” beber Rio.
Pertina Kepri sendiri rencananya akan mengirimkan 10 atlet tinju putra berlaga di Porwil. Selain itu, juga mengirimkan tiga hingga empat atlet tinju putri untuk ajang yang sama.

”Nah, ini pentingnya atlet tinju kita mengikuti try out dan kejuaraan-kejuaraan. kekurangan dan kelemahan para petinju Kepri masih bisa dipoles dan dimaksimalkan. Jika melakukan uji coba dan kejuaraan menjelang Porwil, jika atlet mengalami cedera akan membutuh waktu untuk pulih,” serunya.
Karenanya, Rio berharap agar dana KONI Batam dan Kepri bisa segera cair untuk membantu pembinaan tinju.
”Perlu support dari pemerintah dan lembaga terkait agar tinju bisa meraih prestasi maksimal,” seru mantan atlet tinju yang pernah berlaga di SEA Games ini.
Hingga saat ini, atlet yang dipersiapkan berlaga di ajang porwil tengah memusatkan latihan di dua sasana di Batam.
”Sebagian besar berlatih di sasana WBS Tiban Kampung milik pelatih kepala Erzon,” urai Rio.
Sedang tiga atlet tinju lainnya tengah berlatih keras di Sasana RBC Kaveling Bida KSB Mentarau. Tim tinju Kepri ini dilatih oleh empat orang pelatih. Hanya saja memang saat ini hanya berlatih.
”Terus terang, kami membutuhkan pertandingan ujicoba. Ini demi hasil maksimal tinju Kepri di ajang Porwil,” katanya.
Kejuaraan tinju terdekat yang sebagai bahan uji kemampuan petinju Batam dan Kepri di pertengahan Maret. Hanya saja Rio mengaku belum bisa memutuskan apakah timnya bisa mengikuti kejuaraan tersebut.
Hingga saat ini pihaknya masih belum bisa memutuskan untuk mengikuti kejuaran tersebut. Dalam kejuaraan yang akan digelar di Sumatera Barat, pertengahan Maret nanti.
Jika mengikuti kejuaran ini sebetulnya bisa menjadi acuan untuk hasil di Porwil mendatang.
Sementara itu, sebanyak tujuh atlet tinju tengah berlatih di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Kepri. Tujuh atlet tinju ini tengah berlatih di bawah bimbingan pelatih Pilo Antoni Butar Butar dan Jonelyn Ebusca Erzon.
”Mereka adalah bibit atlet tinju masa depan Kepri. Tentunya, harapan besar tersemat di pundak mereka untuk bisa mengharumkan nama Kepri. Tak hanya di tingkat nasional, tetapi juga diharapkan di tingkat internasional,” harap Rio.(yan)
