
batampos.co.id – Sejumlah warga berharap adanya jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Nagoya. Pasalnya, jalan yang kini sudah dilebarkan itu dinilai cukup menyulitkan pejalan kaki saat menyeberang. Terlebih, lalu lintas kendaraan yang lewat juga semakin banyak dan intensitasnya sering sehingga menyulitkan pejalan kaki yang akan menyebarang jalan.
”Hampir setiap hari saya kesulitan menyeberang. Banyak kendaraan yang tak mau mengalah dengan pejalan kaki,” ujar Hesti, pekerja di kawasan Nagoya yang indekos di daerah Seraya Bawah.
Untuk itu, ia berharap pemerintah daerah segera membuat JPO di kawasan tersebut. Sebab, kesulitan menyeberang jalan tak hanya ia rasakan sendiri, namun juga beberapa rekan kerjanya.
”Ada beberapa teman kerja di kawasan Nagoya hill. Jadi tiap pagi dan malam kami pasti menyeberang jalan kaki dan harus sabar agar selamat,” bebernya.
Sementara Devi, mengapresiasi pelebaran jalan yang dilakukan oleh Pemko Batam. Namun, menurutnya kekurangan dari jalan lebar adalah JPO. Apalagi, zebra cross atau area penyeberangan hanya ada di sekitar lampu lalu lintas.
”Harus jalan jauh dulu sampai lampu merah (lalu lintas) agar bisa menyeberang. Kalau menyeberang di tengah, kendaraan tak mau mengalah, apalagi motor,” imbuh Devi, warga Seipanas.
Menurut Devi, ia pernah menjumpai wisatawan yang berkunjung ke Batam dan hendak menyebarang dari hotel tempatnya menginap ke pusat perbelanjaan. Karena sulit menyeberang, wisatawan itu mengeluh.
”Kan sayang kalau jalan sudah lebar tapi tak dibarengi dengan fasilitas penyeberangan yang memadai,” ujar dia.
Menanggapi itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengatakan, JPO memang diperlukan sebagai fasilitas untuk memudahkan menyeberang. Terlebih, kata dia, JPO juga bisa dibangun lebih estetik sehingga menambah daya tarik kota.
”JPO selain dibutuhkan fungsinya untuk menyeberang, bisa juga untuk melengkapi infrastruktur yang sudah ada untuk makin memperindah kawasan kota,” katanya.
Terlebih, kata dia, dengan anggaran pemerintah yang terbatas, maka pembangunan JPO, utamanya yang memiliki nilai seni dan keindahan untuk jadi magnet wisata sangat bisa dilakukan oleh pihak swasta.
”Nah, JPO bukan hanya bisa dibangun pemerintah, swasta juga bisa membangun JPO dengan program CSR (corporate social responsibility)-nya,” ujar dia.(she)
