
batampos.co.id – Sales Eksekutif BBM Pertamina Kepulauan Riau (Kepri) Arwin Nugraha mengatakan, kekosongan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) disebabkan adanya keterlambatan pengiriman.
“Untuk hari ini kemungkinan masih menunggu pengiriman,” kata Arwin, Senin (25/2/2019).
Diakuinya, Pertamina menyalurkan bahan bakar bersubsidi setiap hari sesuai permintaan SPBU. Sedangkan rencana pngiriman tergantung permintaan SPBU.
“Biasanya H-1 SPBU akan info ke kami dan besoknya minta diplaning berapa banyak,” sebut Arwin.
Ia menambahkan, pengiriman BBM bersubsidi ke sejumlah SPBU disalurkan setiap hari dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Kabil. “Kita kirim dari depom BBM Kabil tiap hari,” jelasnya.
Terkait kuota premium sendiri, pihaknya mengaku tidak ada perubahan dari tahun 2018 lalu. Dimana penyalurkan kebutuhan BBM bersubsidi di Kota Batam sesuai kebutuhan di masyarakat. Penyaluran didasarkan atas realiasi kebutuhan di tahun sebelumnya.
“Gak ada kuota. Jadi akan disalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Diakui Arwin, setiap harinya Batam mendapatkan pasokan kuota premium sebesar 450 kilo liter (KL). Bila dibandingkan tahun 2018 lalu, kuota penyaluran premium di Batam masih di angka yang sama tanpa peningkatan.
“Kuota premium setahu saya belum ada pengurangan ataupun penambahan kuota. Konsumsi tahun lalu rata-rata segini (450 KL per hari),” ucapnya.
Selain premium, Pertamina juga menyalurkan 150 kilo liter solar per hari. Sedangkan untuk pertalite 250 kilo liter perhari, pertamax 50 kilo liter dan dexlite 10 kilo liter. Angka ini sama dengan realisasi 2018. (rng)
