Senin, 27 April 2026

Lahan Tidur Capai 8.200 Hektare

Berita Terkait

Edy Putra Irawady, Kepala BP Batam

batampos.co.id – Sejak mulai dievaluasi dua tahun silam, luas lahan tidur di Batam terus bertambah. Jika beberapa waktu lalu, luas lahan tidur mencapai 7.600 hektare (ha), saat ini sudah mencapai 8.200 hektare.

“Ada 8.200 hektare lahan tengah dievaluasi kenapa investasinya tidak jalan. Apakah mau kami carikan partner atau kalau mau misal diubah (peruntukannya, red) juga oke. Tapi jangan mangkrak,” kata Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Edy Putra Irawadi, Rabu (27/2/2019).

Menurut Edy, kebanyakan pemilik lahan tidur sudah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) sehingga bisa dikategorikan sebagai investasi yang sudah masuk ranah pipeline.

“Mereka sudah pipeline kare­n­a­ sudah ada NIB. Kami ing­in kawal, kalau perizinannya tersangkut di mana, akan dibantu. Ini akan terus dilakukan untuk membangun keper­ca­ya­an para investor,” ucapnya.

Lahan di Batam memang tersisa sedikit. Sehingga, BP Batam akan semakin memperketat dalam mengevaluas­i lahan tidur. Karena, akan lebih diperuntukkan bagi investor yang berniat masuk ke Batam.

“Kemudian, kami juga akan seleksi industri karena minim lahan, kami akan pilih industri tinggi seperti industri substitusi impor, alat-alat kesehatan, petrokimia, komponen, produk harian dan juga industri yang punya nilai tambah soal ekspor,” paparnya.

Akhir tahun lalu, BP Batam mendapat tambahan investas­i da­ri lahan tidur setelah menye­tujui Surat Keputusan (Skep) dan Surat Perjanjian (Spj).

“Komitmen investasi untuk alokasi lahan sudah disetujui. Kalau bisa diawasi ketat dan rencananya dievaluasi dengan baik, insya Allah akan menggerakkan ekonomi,” kata Dwianto Eko Winaryo, Deputi III BP Batam (27/12).

Adapun, nilai investasi yang masuk sebanyak Rp 223 miliar terdiri dari investasi untuk properti sebesar Rp 153 miliar dan jasa sebesar Rp 70 miliar.

“Waktu kami sampaikan Oktober kemarin sudah ada Rp 5,2 triliun investasi yang sudah disetujui dan untuk tambahan investasi yang sudah disetujui Skep dan Spj-nya ini totalnya jadi Rp 5,423 triliun,” ucapnya.

Dwi mengungkapkan, investasi memang tengah menggeliat dari lahan tidur. Contohnya PT Rarantira yang memiliki lahan di depan Kantor Kadin Batam akan segera membangun lahannya. Kemudian, PT Energy Unggul Persada (EUP) yang bergerak di bidang penyulingan minyak kelapa sawit dengan nilai investasi Rp 1 triliun di atas lahan tidur.

“Mereka (EUP) sudah 40 persen dan akan selesai akhir 2019, dimana dua tangki bisa dioperasionalkan dari enam tangki yang ada,” jelasnya.(leo)

Update