
batampos.co.id – Pegawai honorer K2 yang tidak jadi diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun seleksi 2013 lalu, melapor ke Polresta Barelang pada akhir Februari lalu. Dalam laporan itu terkait dengan adanya dugaan uang pelicin hingga Surat Keputusan (SK) yang diduga palsu dengan memalsukan tanda tangan mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Muslim Bidin.
Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengenai adanya laporan dari honorer K2 ini, mengaku belum mengetahui adanya laporan tersebut. ”Belum. Maksudnya belum tahu ada laporannya,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Kemudian saat dikonformasi ulang, Rabu (6/3) kemarin, ia belum mau membeberkan mengenai perkembangan laporan dari honorer K2 tersebut. Beberapa kali dikonformasi melalui pesan singkat, ia hanya membaca dan tidak menanggapi pesan yang dikirimkan tersebut.
Dalam berita sebelumnya, salah seorang honorer K2 yang melaporkan kejadian ini ke Polresta Barelang adalah Sabar Pordian. Ia mengatakan, dirinya sudah memegang beberapa bukti baik itu bukti transfer sebagai uang pelicin maupun bukti kwitansi pembayaran tunai.
Dimana para honorer K2 yang mengajukan keberatan meyakini semua honorer K2 yang ikut seleksi CPNS tahun 2013 yang dinyatakan lulus bekerja di lembaga pendidikan swasta dan tak memenuhi syarat honorer K2 yang dalam hal ini mengabdi dari 2005 sampai 2014.
”Jelas tidak ada yang penuhi syarat,” ujar Sabar beberapa waktu lalu.(egi)
