batampos.co.id – November 2020, konsensi ATB Batam mengelola air di Batam berakhir. ATB Batam tak getar. Ia terus meningkatkan pelayanan. Salah satunya membangun sistem kerja plus sumber daya manusia (SDM) berkualitas.
SDM ATB dilengkapi dengan sertifikat kompetensi. Tidak sembarang orang bisa menjadi manajer di ATB.
Meski menjelang konsensi berakhir pada 2020, ATB melengkapi karyawan dengan sertifikat kompetensi.
“Jadi apabila ATB tidak dilanjut mereka punya pilihan untuk tetap di ATB atau pindah kerja,” tegas Ir Benny Adrianto, Presdir ATB Batam.
“ATB tidak picik. Kami didik, training, certified karyawan. Moga-moga loyal,” imbuh pria Yogya yang telah 29 tahun di Batam ini.
Keseriusan memberdayakan SDM termakhtub dalam tag line baru ATB, Tak terganti. Disana ada huruf T yang melambangkan manusia / SDM ATB.
Teknologi ATB tidak bisa dipakai oleh sembarang orang.
“Dijamin.” Benny menegaskan.
Menyiapkan sistem itu gampang.
“Menyiapkan SDM… booo… entar dulu. Itu berdarah-darah,” lanjutnya.

Salah satu teknologi yang dikembangkan ATB ialah SCADA yang telah mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Berkat teknologi ini ATB Batam bisa bekerja secara efektif dan efisien.
Komunikasi data dari berbagai lini kerja bisa dimonitor.
Dengan SCADA ini tingkat kebocoran bisa ditekan. (ptt)
