batampos.co.id – Sejumlah drainase induk di kecamatan Batuaji kembali bermasalah. Drianase -drainase yang sudah dinormalisasi itu kembali tersumbat oleh tumpukan sampah rumah tangga yang terbawa arus dari pemukiman warga.
Tumpukan sampah rumah tangga ini jadi persoalan serius sebab telah menyatuh dengan lumpur dan semak belukar sehingga semakin hari semakin bertambah banyak dan mengeras. Air yang mengalir dari berbagai pemukiman sama sekali tak bisa tembus sehingga tergenang di sepanjang drainase yang tersumbat sampah dan tanah itu.
Pantauan di lapangan, kerusakan sistem drainase seperti ini umumnya terjadi di lokasi penyebrangan air atau gorong-gorong. Gorong-gorong dengan diameter lubang yang cenderung lebih kecil dari drainase utama ini mudah dibendungi oleh sampah.
Seperti yang terlihat di jalur penyebrangan air dari wilayah Batuaji ke Sagulung di simpang kaveling baru, Sagulung. Tumpukan sampah rumah tangga telah menutupi sisi gorong-gorong dari arah Batuaji. Air dari pemukiman di kelurahan Buliang akhirnya tergenang di sepanjang drainase dekat sekolah Putera Batam itu.
Menurut warga sekitar, kondisi drainase yang tak normal ini sudah berlangsung lama karena setelah dilebarkan pertengahan tahun lalu tak ada lagi perawatan rutin. Kondisi ini semakin buruk dengan datangnya hujan dua hari berturut-turut belakangan ini sehingga jumlah sampah yang menyumbat aliran air semakin bertambah banyak. Bahkan hujan pada Minggu (31/3/2019) pagi kemarin nyaris menenggelamkan jalan di sekitar lokasi drainase.
“Airnya sempat rata dengan drainase tapi untung tak meluap. Ini sudah tak betul karena gorong-gorong penyebrangan itu tak berfungsi lagi. Sampah semua dalam gorong-gorong itu,” kata Syafe’i, warga di simpang Kaveling Baru, Sagulung, kemarin.
Situasi yang sama juga terjadi di drainase utama belakang kawasan Mitra Mall, Batuaji. Sampah rumah tangga dalam jumlah yang sangat banyak kembali menggenangi sepanjang drainase induk tersebut. Imbasnya drianase yang sudah dikeruk tahun lalu itu kembali kritis. Banjir kembali jadi ancaman serius jika ini tetap dibiarkan.
Camat Batuaji Ridwan sebelumnya mengakui adanya persoalan itu. Upaya perbaikan sudah dilakukan secara maksimal namun persoalnya pada kesadaran masyarakat. Masyarakat belum sepenuhnya sadar menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. Kebiasan buang sampah ke drainase masih dipertahankan sehingga drainase jadi tak berfungsi maksimal. Dia berharap agar masyarakat menyadari hal itu dan rutin melaksanakan gotong royong membersihkan drainase di lingkungan masing-masing. (eja)
