
batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri menemukan banyak permasalahan pada hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). Sedikitnya ada 19 masalah dan paling banyak terjadi di Batam.
Kepala Disdik Provinsi Kepri Muhammad Dali menyebutkan, dari 19 masalah yang ditemukan di hari pertama UNBK, sepuluh di antaranya ditemukan di Batam. Kendati demikian, problem-problem tersebut tidak terlalu mengganggu jalannya UNBK.
”Karena begitu ada masalah, kami segera mencarikan solusinya. Jadi, penyelesaiannya tidak memakan waktu lama, anak-anak dapat kembali ujian. Untuk hari ini (kemarin), pantauan saya semua-nya berjalan lancar,” kata Dali, Selasa (2/4/2019).
Dia menyebutkan, di antara gangguan-gangguan yang di hadapi pada hari pertama UNBK, yakni gangguan server di MA Amanatul Ummah Batam. Lalu permasalahan hardening atau sistem tak berjalan di MA Al Marhamah Batam dan MA An Ni’mah Batam.
Lalu, sambung Dali, di MA Nahdlatul Wathan Batam terdapat dua permasalahan. Yakni, awalnya jaringan internet komputer mati. Tapi setelah diperbaiki, siswa kembali bisa mengerjakan soal-soal UNBK. Akan tetapi permasalahan baru muncul, yakni beberapa komputer sangat lambat menyimpan jawaban siswa.
Lain lagi permasalahan yang terjadi di SMAN 10. Komputer klien mengalami error, sehingga tidak bisa diguna-kan. ”Ada juga beberapa sekolah di Batam terkena pemadaman listrik. Selain itu, permasalahan lain kami temukan di Batam adalah jaringan internet down di SMA Kalam Kudus 2,” jelasnya.
Dali mengungkapkan, setiap permasalahan yang muncul dapat segera diatasi dan diperbaiki oleh panitia UNBK. Sehingga gangguan tersebut tidak terlalu berdampak terhadap kelancaran pelaksanaan UN.
”Kami juga sudah mengantisipasi setiap permasalahan. Jadi begitu ada permasalahan, koordinasi pada panitia, dan kami langsung memecahkan permasalahan itu,” tuturnya.
Secara umum, kata dia, pelaksanaan UNBK tahun ini lebih baik dibanding tahun sebe-lumnya. Tapi, permasalahan yang dihadapi tahun ini jadi pelajaran bagi panitia.
”Tahun depan kami akan antisipasi hal-hal seperti ini, agar tidak ada lagi masalah selama UNBK berlangsung,” janjinya.
Dali bersama jajaran Disdik Provinsi Kepri turun langsung memantau pelaksanaan UNBK di Batam. ”Saya ke SMA 12 dan 15 Batam. Alhamdulillah, semua lancar. Masih ada dua hari lagi tersisa, semoga lancar juga,” tuturnya.
Sementara itu, total peserta UNBK tingkat SMA/MA se-Kepri, yaitu 14.821 siswa. Siswa terbanyak mengikuti UNBK ada di Batam, yakni sebanyak 6.989 siswa, lalu disusul Karimun 2.313 siswa, Tanjungpinang 1.918 siswa, Bintan 1.272 siswa, Natuna 979 siswa, Lingga 893 siswa, dan Anambas 457 siswa. (ska)
