Rabu, 8 April 2026

Kebijakan Turunkan Harga Tiket Harus Cepat Diwujudkan

Berita Terkait

batampos.co.id – Rencana Menteri Perhubungan (Menhub) untuk menurunkan tarif tiket pesawat disambut positif oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam. Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan jika kebijakan tersebut direalisasikan, harga tiket dari Batam menuju Jakarta dan sebaliknya bisa turun drastis.

Suwarso berharap bahwa tiket dari Batam-Jakarta bisa merangkak turun dari Rp 1,7 juta menjadi Rp 1,2 juta. Begitu juga dengan rute lainnya.

“Jadi sudah dengar rencana Menhub turunkan harga tiket. Kita cermati positif, memang pelaksanaannya belum, tapi dari kegiatan yang ada sudah menunjukkan adanya kenaikan jumlah penumpang,” katanya di Gedung IT Centre, Kamis (4/4).

Suwarso mengatakan pihaknya akan terus melakukan monitoring tiap hari untuk melihat dampak sebelum dan pasca tarif tersebut diberlakukan.

“Dengan adanya informasi ini saja, jumlah penumpang ikut mengalami peningkatan,” paparnya.

Monitoring tersebut juga merupakan anjuran dari Menhub ke masing-masing bandar udara. Setelah itu, laporan dari kegiatan monitoring tersebut direkapitulasi dan kemudian diserahkan ke Menhub.

“Jadi mengenai dampaknya, kita masih menungg hasilnya dari Menhub,” ungkapnya.

Ia memberikan contoh bahwa sebelumnya jumlah penumpang yang berangkat sekitar 5.700 orang, masih jauh dari jumlah normal yang berada di kisaran 7.000 orang. Bandara sebenarnya masih sepi, apalagi tiap hari masih ada pembatalan sekitar 11 rute penerbangan.

“Tapi tadi pagi sudah ada di angka 5.900 orang untuk penumpang yang berangkat,” katanya.

Mengenai bagasi berbayar, Suwarso mengatakan bahwa masyarakat mulai dapat menerima kebijakan yang sebelumnya dianggap kontroversial tersebut.

“Mengenai bagasi, kelihatannya sudah kurang (keluhan,red) dari masyarakat. Sekarang tampaknya lebih fokus ke harga tiket,” jelasnya.

Lebih jauh, Suwarso menjelaskan, kondisi jumlah penumpang di bandara ini akan berlangsung hingga akhir April mendatang. Pihaknya memprediksi akan ada peningkatan jumlah penumpang pada awal Mei nanti. Alasannya, Mei bertepatan dengan masuknya bulan puasa.

Meskipun demikian, Suwarso mengaku tidak menjelaskan besaran peningkatan yang diprediksi. Karena memang kondisi penurunan penumpang sudah berlangsung cukup lama.

“Biasanya awal puasa itu jumlah penumpang meningkat, tapi kita lihat saja nanti,” kata Suwarso lagi. (leo)

Update